Beritabatavia.com -
Hampir seluruh saluran air di Jakarta mengalami hambatan akibat tumpukan sampah. Akibatnya saat hujan turun, terjadi genangan air yang menimbulkan kemacetan panjang.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Baskoro, setengah dari aliran air di DKI Jakarta tidak berfungsi secara maksimal selama musim hujan.
Selain itu tanahnya juga sudah tidak terjal lagi. Kemiringan tanah yang kurang itu menyebabkan genangan air di jalan, ujarnya.
Guna mengatasi hal itu, menurut Ery, Dinas PU DKI sedang menerapkan sistem folder, atau suatu subsistem pengelolaan tata air yang dikembangkan dan dioperasikan masyarakat untuk mengendalikan banjir.
Sistem folder sedang dijalankan. Kali di Jakarta akan dibuatkan pompa. Air akan dialirkan ke sungai yang tinggi lalu ke laut, ujarnya.
Pelaksanaan sistem ini sudah berjalan dibeberapa tempat dan masih terus dibuat di daerah lain. Baru sekitar 20 persen proyek sistem folder terlaksana.
Penanganan masalah banjir di Ibukota Jakarta saat ini masih terkendala dengan masalah penegakan aturan, pengawasan dan sanksi seperti yang tertuang dalam UU Penataan Ruang.
Kenyataan dilapangan menunjukkan upaya yang dijalankan pemerintah sering terganjal akibat kurangnya penegakan sanksi ketika aturan tata ruang disalahi.
o vnc/nor