Senin, 21 Januari 2019

Bawaslu Gandeng Facebook Awasi Meisos di Pemilu 2019

Bawaslu Gandeng Facebook Awasi Meisos di Pemilu 2019

Beritabatavia.com - Berita tentang Bawaslu Gandeng Facebook Awasi Meisos di Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Facebook mengawasi aktivitas kampanye di media sosial pada Pemilu 2019. Bawaslu juga menggandeng raksasa ...

Ist.
Beritabatavia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Facebook mengawasi aktivitas kampanye di media sosial pada Pemilu 2019. Bawaslu juga menggandeng raksasa media sosial itu untuk melatih staf Bawaslu tentang penanganan ujaran kebencian dan hoaks.

"Menurut undang-undang, kami bertanggung jawab mengawsi akun media sosial para calon dan bukan calon," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Menteng Room 1 dan 2, Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta Pusat, Senin (21/01).

Menurut Fritz Bawaslu banyak berdiskusi dengan Facebook, seperti melakukan take down terhadap akun Facebook dan akan memperbarui pengawasannya seperti bekerja sama dengan platform. Selain itu, Bawaslu juga melakukan gugus tugas pengawasan media sosial bersama dengan kementerian.

Salah satu dilema dari hoaks itu, kata Fritz, saat membedakan mana politic hate spech dan hate spech. Topik itu, dia meneruskan, menjadi salah topik diskusi yang hangat bersama Facebook. Bawaslu mempunyai beberapa klasifikasi kapan sebuah akun hoaks itu diajukan untuk di-take down.

"Kita sepakat berkolaborasi dan bertemu apabila ada ujaran kebencian dan hoaks, berkolaborasi dengan Kominfo, KPU dan beberapa lembaga lainnya. Kerja sama kita dengan Facebook cukup dekat," tutur Fritz.

Director Global Politic and Government Outreach Facebook Katie Harbath menjelaskan bahwa pentingnya Facebook bermitra dengan otoritas negara setempat untuk menciptakan partisipasi masyarakat dalam pemilu. "Kami telah berkoordinasi secara aktif dengan KPU dan Bawaslu. Kami percaya bahwa media sosial menjadi dorongan positif bagi demokrasi seluruh dunia," kata Harbath.

Harbath melanjutkan, akan mengidentifikasi adanya pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya yang membuat 10 sampai 20 akun. Kemudian meningkatkan transparansi halaman. "Pengguna bisa melihat siapa saja yang memasang iklan. Sehingga jika ada iklan yang mencurigakan bisa tahu siapa yang memasangnya," ujar Harbath. 0 TMO






Berita Lainnya
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Selasa, 18 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Rabu, 12 Juni 2019