Minggu, 27 Januari 2019

Lurah Kramat Usut RW Minta Uang Urus Sertifikat Gratis

Lurah Kramat Usut RW Minta Uang Urus Sertifikat Gratis

Beritabatavia.com - Berita tentang Lurah Kramat Usut RW Minta Uang Urus Sertifikat Gratis


Pembagian sertifikat lahan gratis oleh Presiden Joko Widodo dimanfaatkan oknum ketua RW di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat untuk mengambil ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Pembagian sertifikat lahan gratis oleh Presiden Joko Widodo dimanfaatkan oknum ketua RW di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat untuk mengambil keuntungan. Seorang warga mengaku diharuskan membayar Rp 500.000 untuk mendapatkan sertifikat oleh oknum ketua RW tersebut.

"Dari RW minta Rp 500.000. Katanya Rp 400.000 buat RW, Rp 100.000 katanya buat ukur tanah. Bukan BPN loh, tapi RW," kata warga yang tak ingin disebutkan namanya dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).

Padahal, sertifikat tersebut seharusnya gratis. Wanita yang tinggal di atas tanah seluas 57 meter persegi itu mengatakan, rumah yang ditempatinya merupakan warisan dari orangtuanya sejak tahun 1970-an.

Saat dimintai uang, ia mengaku tak bisa menolak. Sebab, ia beranggapan bahwa mengurus administrasi sendiri akan memakan waktu lebih lama. "Saya ikhlas kok, daripada urus sendiri ya repot. Tapi kalau di RW kita Rp 500.000 , enggak tahu RW lain berapa. Itu harga per KK (kartu keluarga) ya," ucap dia.

Para petugas yang memungut biaya tersebut pun langsung mendatangi rumahnya untuk mengukur. Proses pembuatan sertifikat juga cenderung cepat. "Cuma dua bulan jadinya. Mereka yang datang," kata dia.

Lurah Kramat Suparjo mengaku tak tahu menahu tentang adanya oknum RW yang nakal tersebut. "Kalau masalah itu saya enggak tahu karena semua urus sertifikat tanah lewat pelayanan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) itu gratis tidak di pungut biaya," ujar dia seperti dikutip Kompas.com, Ahad (27/1/2019).

Ia pun mengaku telah menyampaikan kepada seluruh warga juga pengurus RT dan RW bahwa pengurusan sertifikat tersebut gratis. Dengan begitu, Suparjo berjanji segera menelusuri dan mencari tahu para oknum yang nakal. "Nanti saya akan telusuri ke warga-warga mengenai oknum itu," ucap Suparjo.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membagikan 3.000 sertifikat lahan kepada warga Jakarta Pusat. "Seluruh penerima sertifikat yang pagi ini hadir sebanyak 3.000 orang. Sudah terima semuanya, bisa diangkat tinggi-tinggi. Saya hitung dulu," ujar Jokowi saat membagikan sertifikat, di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).

Ia mengatakan, pemerintah sudah memberikan 30.000 sertifikat lahan kepada warga Jakpus. Program pembagian sertifikat tanah ini dimulai pada tahun 2017. Pemerintah sudah menerbitkan sertifikat gratis sebanyak 5 juta, pada 2018 sebanyak 9 juta, dan tahun 2019 targetnya juga 9 juta. 0 ERZ

Berita Lainnya
Minggu, 11 Agustus 2019
Sabtu, 10 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019
Kamis, 01 Agustus 2019