Senin, 28 Januari 2019 12:11:47

Bendungan Brasil Jebol, 58 Orang Tewas 300 Hilang

Bendungan Brasil Jebol, 58 Orang Tewas 300 Hilang

Beritabatavia.com - Berita tentang Bendungan Brasil Jebol, 58 Orang Tewas 300 Hilang

Bendungan di Brasil jebol, tewaskan 58 orang dan 300 orang lainnya hilang. Regu penyelamat mengatakan tipis harapan untuk menemukan lebih banyak ...

 Bendungan Brasil Jebol, 58 Orang Tewas 300 Hilang Ist.
Beritabatavia.com -
Bendungan di Brasil jebol, tewaskan 58 orang dan 300 orang lainnya hilang. Regu penyelamat mengatakan tipis harapan untuk menemukan lebih banyak penyintas. Usai kejadian, tiada seorang pun yang ditemukan dalam kondisi hidup dekat Kota Brumadinho di bagian tenggara Brasil, pada Minggu (27/1).

Sejak bendungan jebol pada Jumat (25/1) hingga Minggu (27/1), korban meninggal dunia mencapai 58 orang. Kami harus punya harapan, kata seorang perempuan yang suaminya hilang.

Penyebab bendungan jebol sampai saat ini belum jelas. Vale, pemilik kompleks pertambangan, menyatakan telah mengikuti semua prosedur keselamatan. Upaya pencarian sempat dihentikan pada Minggu (27/1) lantaran muncul kekhawatiran bendungan lainnya yang juga dimiliki Vale berisiko turut jebol.

Vale seperti dilansir BBC, Senin (28/01)  mengatakan,  sebanyak 305 karyawan, kontraktor, dan warga masih hilang. Adapun sebanyak 192 orang dapat diselamatkan hidup-hidup. Setelah 48 jam upaya pencarian, peluang menemukan (seseorang) dalam kondisi hidup sangat tipis, kata Kolonel Eduardo Angelo, kepala operasi pencarian kepada segenap keluarga korban hilang.

Namun kami masih bekerja dengan kemungkinan bahwa kami akan menemukan orang-orang dalam keadaan hidup, tambahnya.

Bendungan jebol mengakibatkan luapan lumpur menimbun kantin tempat para karyawan tambang sekaligus mengepung rumah-rumah warga, kendaraan, dan jalan. Akses menuju kawasan itu sulit. Bahkan regu-regu penyelamatan menggunakan helikopter dan alat-alat berat.

Bus kedua yang mengangkut para karyawan telah ditemukan, namun para regu penyelamat belum mencapai kereta yang amat mungkin menampung penyintas atau jenazah. Saya masih punya harapan, ujar Nélia Mary Fonseca kepada BBC, selagi dirinya menanti kabar tentang suaminya, Adriano, yang bekerja sebagai kontraktor pertambangan.

Para jaksa penuntut umum mengatakan telah membekukan aset sebesar 11 miliar reais atau setara dengan Rp40,7 triliun milik Vale, perusahaan pertambangan terbesar di Brasil.

Walikota Brumadinho, Avimar de Melo Barcelos, mengritik perusahaan yang menurutnya bersikap sembrono dan tidak becus serta negara bagian Minas Gerais dalam pengawasan bedungan. Tragedi ini menghancurkan kota kami, cetusnya.

Dalam wawancara televisi, Direktur Vale, Fabio Schvartsman, menekankan bahwa bencana itu terjadi walaupun perusahaan telah mengikuti rekomendasi-rekomendasi keselamatan yang dibuat para pakar internasional. Saya bukan teknisi pertambangan. Saya mengikuti nasihat para teknisi dan Anda bisa lihat yang terjadi. Itu tidak berhasil, ujarnya.

Schvartsman, yang menjabat sejak Mei 2017, berikrar maju di atas standar nasional dan internasional apapun…Kami akan menciptakan bantalan keselamatan yang jauh lebih mumpuni dengan apa yang kami miliki hari ini untuk menjamin ini tidak pernah terjadi lagi.

Pada 5 November 2015, sebuah bendungan milik Vale bersama BHP Billiton, jebol di Mariana, negara bagian Minas Gerais, menewaskan 19 orang. Kejadian saat itu dipandang sebagai bencana lingkungan terparah di Brasil. Setelah melalui proses persidangan yang panjang, Vale mencapai kesepakatan dengan pemerintah bernilai sedikitnya 6,8 miliar reais atau Rp25,2 triliun. 0 ERZ
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019