Kamis, 31 Januari 2019 17:02:05

Menkeu Kaget Realisasi Penerimaan Pajak Perikanan Rendah

Menkeu Kaget Realisasi Penerimaan Pajak Perikanan Rendah

Beritabatavia.com - Berita tentang Menkeu Kaget Realisasi Penerimaan Pajak Perikanan Rendah

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku pernah dimarahi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lantaran rendahnya realisasi ...

 Menkeu Kaget Realisasi Penerimaan Pajak Perikanan Rendah Ist.
Beritabatavia.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku pernah dimarahi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lantaran rendahnya realisasi penerimaan pajak di sektor perikanan. Bu Menkeu marah sama saya, karena pajak perikanan masih kecil, ujar Menteri Susi di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (31/01).

Karena itu, Menteri Susi menyarankan agar Sri Mulyani dan jajarannya mengejar pajak dari para pelaku perikanan tangkap. Tapi ketika ditanya datanya dimana, saya bilang datanya tidak ada. Bu Menkeu langsung ngambek sama saya. paparnya

Belakangan, menteri Susi sempat dibuat geram dengan perilaku para pelaku perikanan tangkap yang laporannya kerap tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menyebut para pebisnis ikan tangkap masih banyak, yang melakukan under reported atau tidak melaporkan hasil yang sebenarnya.

Hasil ekspor, hasil tangkapan, semuanya under reported ya mbok mosok kapal besar 150 ton laporan hasil usahanya hanya 20 ton, disuruh perbaiki baru naik menjadi 200 ton, yang benar saja, ujar Susi.

Begitu juga untuk perikanan pancing, sambung Susi, ada yang mengaku hanya mendapat tangkapan 120 ton per tahun, adapula pengusaha berkapal 100 gross tonnage yang mengaku hanya mendapat tangkapan 70 ton.

Kalau menterinya tidak tahu laut mungkin iya-iya saja, tapi saya besar dan hidup dari kecil di laut, meski saya tidak punya kapal tangkap ikan, namun saya tahu laut. Mbok ya buaya jangan dikadalin. lontarnya.

Dalam persoalan ini, pengusaha dan pemerintah harus bekerja sama. Misalnya saja untuk melakukan pengamanan di laut dan operasi lainnya pemerintah butuh anggaran yang berasal dari pendapatan. Saya menaikkan Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk kapal, namun dengan memberikan ikan lebih banyak sekarang, saya kerja amankan ikannya, win-win kok, kata Susi.

Akibat laporan yang tidak sesuai dengan kenyataannya itu, ujar Susi, dalam satu tahun terakhir kenaikan ekspor perikanan Indonesia tampak sangat kecil, hanya kisaran 10 sampai 11 persen saja. Meski, konsumsi ikan dalam negeri naik dari 36 kilogram menjadi 50 kilogram per kapita per tahun. Setiap rapat kabinet ditanya kenaikan ekspornya sangat kecil. sambungnya.

Untuk itu, Susi telah membuat angka patokan tangkapan. Sehingga, bawahannya bisa mengecek apakah laporan dari para pengusaha perikanan tangkap. Ia menegaskan kementeriannya dalam meminta laporan itu tidak untuk mendapatkan tambahan penerimaan dari para pengusaha, melainkan untuk mengetahui laporan yang benar. Supaya kita tahu hasil kerja bahwa Indonesia telah menuju pengelolaan perikanan tangkap yang benar, ujar Susi. (R3)

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020