Jumat, 01 Februari 2019

Dibohongi Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Tolak Menjenguk di Tahanan

Dibohongi Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Tolak Menjenguk di Tahanan

Beritabatavia.com - Berita tentang Dibohongi Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Tolak Menjenguk di Tahanan


Wakil Ketua DPR Fadli Zon menolak bahkan tak pernah memiliki rencana untuk menjenguk Ratna Sarumpaet di penjara Polda Metro Jaya. Alasannya, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menolak bahkan tak pernah memiliki rencana untuk menjenguk Ratna Sarumpaet di penjara Polda Metro Jaya. Alasannya, Ratna sudah merugikan pihak mereka melalui kasus kebohongan yang dilakukannya.

"Memang tidak ada niat (jenguk) sih. Kami nih kan sudah keki, jengkel sekali merasa dibohongi kok," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (1/2).

Diakui pihak Timses kompetitor Jokowi merupakan pihak paling dirugikan dengan adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet ini. Apalagi perkara Ratna Sarumpaet sempat dijadikan bahan untuk capres Jokowi dalam debat capres. "Lihat saja ini sampai jadi bahan bagi Jokowi kan. Di debat pertama ini jadi bahan. Ditanya apa, dijawabnya soal kasus RS," lontarnya

Di tempat terpisah, Atiqah Hasiholan, putri Ratna Sarumpaet berharap ibunya dapat bebas dari dakwaan yang menjeratnya. Sebab, kebohongan yang dilakukan itu menjadi luas lantaran andil orang di sekelilingnya. "Ibu saya tidak pernah menyebarkan (kebohongan) ke publik," tutur Atiqah di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

Atiqah mengakui ibunya berbohong terkait adanya aksi penganiyaan. Namun hanya kepada keluarga dan orang yang dikenalnya saja. "Ibu saya kan memang berbohong, pertama sama keluarga dan orang terdekat yang memang dia mau menutupi lebamnya wajahnya pascaoperasi, karenanya dia berbohong," jelas dia.

Menurutnya, Ratna Sarumpaet tidak memiliki motif kejahatan atas kebohongan yang dibuatnya. Bahkan, sejauh ini pihaknya tidak melihat ada yang dirugikan atas kebohongan tersebut. "Apa yang saya pelajari dan ketahui, betul ibu saya bersalah, tapi apakah berbohong pidana atau tidak. Kalau kita ngomong bohong, semua orang juga pernah bohong. Ada nggak yang nggak pernah bohong?" kata Atiqah.

Akhirnya, kabar bohong itu menyebar begitu saja hingga membesar ke publik lewat sosial media. Nah siapa yang menyebarkan, ini seharusnya mendapat perhatian serius kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas. Penyebar hoaks sampai kini tak tersentuh polisi.

"Jadi tidak ada tendensi Ratna Sarumpaet untuk berbuat jahat, apalagi merugikan orang lain. Apakah ini tindakan pidana? Ada orang yang dirugikan? Ada motif kejahatan enggak sih di balik bohongnya ibu saya? Sejauh ini apa yang kami lihat memang enggak ada," Atiqah menandaskan.

Tersangka kasus penyebaran berita bohong tentang penganiayaan, Ratna Sarumpaet, akan ditahan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. Kejaksaan akan memanfaatkan waktu penahanan tersebut untuk merumuskan surat dakwaan.

"Setidaknya 20 hari ke depan (untuk sampai ke persidangan). Kami pelajari dulu, yang paling lama itu membuka data-data elektronik dan itu juga baru kami terima sekarang. Kami harus lihat satu persatu seperti apa sehingga konstruksi dakwaan benar-benar sesuai harapan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi di Jakarta, Kamis (31/1).

Polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka menyebarkan berita bohong soal penganiayaan. Dia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.
Berita Lainnya
Minggu, 03 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Rabu, 23 Oktober 2019
Selasa, 22 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019