Senin, 18 Februari 2019 18:33:55

Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Perlu Kembangkan Unicorn

Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Perlu Kembangkan Unicorn

Beritabatavia.com - Berita tentang Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Perlu Kembangkan Unicorn

Istilah unicorn menjadi populer bahkan viral di media sosial, setelah dilontarkan capres Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Debat Pilpres ...

 Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Perlu Kembangkan Unicorn Ist.
Beritabatavia.com -
Istilah unicorn menjadi populer bahkan viral di media sosial, setelah dilontarkan capres Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Debat Pilpres kedua, Ahad malam. Menjadi ramai diperbincangkan, karena capres Prabowo Subianto terlihat bingung dengan istilah unicorn.

Tak ketinggalan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemahaman mengenai pentingnya unicorn bagi Indonesia. Menurutnya, unicorn merupakan salah satu upaya bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk mengejar ketertinggalan dengan daya jual yang berbeda.

Jadi saya mengharapkan bahwa generasi kedua ketiga bahkan dengan perspektif dari millenial. Dia bisa catch up (mengejar ketertinggalan) dengan daya jual yang berbeda, dengan kreativitas yang lebih update dari market yang sekarang, ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2).

Sri Mulyani melanjutkan, unicorn juga merupakan salah satu upaya menciptakan market sendiri yang dapat bersaing dengan suatu paltform milik negara lain. Artinya membangun unicorn untuk paltform itu is a one thing. Kalau dengar unicorn pada ketawa sendiri. Unicorn itu kan untuk platform sendiri, tapi kalau berbicara soal the real playernya kan harus ada sendiri, jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menambahkan, unicorn menandakan pasar di Indonesia terus berkembang dari zaman ke zaman. Dia menegaskan, akan terus mendorong perkembangan unicorn di Indonesia.

Karena kita butuh pemain yang real player. Waktu marketnya growing justru saya khawatir banyak generais yang justru mau di belakang meja. Tidak doing work yang production, competitiveness. Kita pikirkan bersama, saya janji untuk mendukung, jelasnya.

Unicorn dapat disebut untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah start-up. Sebab, Keberadaan start-up di era digital sudah tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Karena, berbagai start-up telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan-perusahaan besar lain.

Istilah unicorn ini mengacu kepada start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.

Apa Arti Unicorn Dalam Dunia Keuangan dan Bisnis?

Unicorn merupakan sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dolar AS. Sebutan unicorn awalnya diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada 2013 untuk mendefinisikan perusaan rintisan.

Istilah unicorn dipilih oleh Aileen Lee tidak terlepas dari harapan agar perusahaan rintisan dapat sukses di masa depan. Karena kesuksesan merupakan suatu yang tergolong langka, apalagi jika dibandingkan dengan gambaran keberhasilan Google, Apple dan Facebook yang akal itu dianggap sulit disaingi.

Seperti yang disampaikan oleh Jokowi dalam Debat Pilpres 2019, Indonesia memiliki 4 unicorn. Jumlah tersebut termasuk banyak jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Unicorn tersebut adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan BukaLapak.

Selain unicorn masih ada dua istilah di atasnya, yakni decacorn dan hectocorn. Jika sebuah perusahaan sudah memiliki valuasi sebesar 10 miliar dolar AS, artinya ia sudah berada pada tingkat decacorn. Tingkatan ini didominasi oleh perusahaan dari Amerika Serikat.

Dilansir dari CNN Indonesia, CB Insight menuliskan riset pada Januari 2019, saat ini sudah terdapat 300 unicorn di seluruh dunia. 15 diantaranya telah naik tingkatan menjadi decacorn.

Perusahaan tersebut antara lain, Bytedance (valuasi US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), Airbnb (US$29,3 miliar), SpaceX (US$21,5 miliar), Stripe (US$20 miliar), JUUL Labs (US$15 miliar), Epic Games (US$15 miliar), Pinterest (US$12,3 miliar), Bitmain Technologies (US$12 miliar), Samumed (US$12 miliar), Lyft (US$11,5 miliar), Grab (US$11 miliar), Palantir Technologies (US$11 miliar), Global Switch (US$11,08 miliar).

Unicorn dari Indonesia sendiri, yakni Go-Jek siap bertransformasi menjadi start-up decacorn. Dengan pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.com, Go-Jek saat ini memiliki valuasi mencapai 9,5 miliar dolar AS. Selain itu, kini Tokopedia memiliki 7 miliar dolar AS.

Sementara hectocorn merupakan istilah untuk perusahaan yang memiliki valuasi bernilai lebih dari 100 miliar dolar. Perusahaan yang masuk dalam tingkat ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Sebut saja, Apple, Google, Microsoft, Facebook, Oracle dan Cisco. 0 NIZ




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020