Minggu, 24 Februari 2019

Kepala BNPB: Akibat Bencana Alam, 11 Ribu Tewas

Kepala BNPB: Akibat Bencana Alam, 11 Ribu Tewas

Beritabatavia.com - Berita tentang Kepala BNPB: Akibat Bencana Alam, 11 Ribu Tewas

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo, mengatakan dalam kurun waktu 8 tahun terakhir di Indonesia, bencana alam ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo, mengatakan dalam kurun waktu 8 tahun terakhir di Indonesia, bencana alam telah menelan sekitar 11 ribu korban jiwa. Korban terbesar diakibatkan gempa bumi, tsunami, diikuti longsor dan banjir.

"Di Jawa Barat, dalam kurun waktu dua tahun terakhir pun sangat banyak. Kalau kita lihat bentuk- bentuk bencana yang terjadi, Jawa Barat adalah yang terlengkap," papar Letjen Doni dalam keterangan resminya, Ahad (24/02/2019).

Doni menyebutkan jika sumber bencana, rata- rata adalah hasil dari perbuatan manusia. Seperti alih fungsi lahan, tata ruang yang tidak dipatuhi, hingga terjadi peristiwa alam yang selau berulang. Karenanya kepada masyarakat untuk selalu melestarikan alam. "Mari kita merawat alam, kita jaga alam, maka alam menjaga kita, kalau kita tidak jaga alam, maka musibah akan datang silih berganti," ungkapnya

Doni menambahkan di wilayah Jawa Barat terdapat patahan Lembang yang cukup berisiko sehingga keberadaanya harus tetap diwaspadai. "Tapi masyarakat tidak perlu takut, namun harus meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

Sepanjang 2018, negara kepulauan itu dihantam oleh 11.557 gempa bumi di 2018, dengan 297 memiliki kekuatan lebih dari 5 skala richter, menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Angka itu melebihi angka rata-rata 6.000 guncangan yang tercatat dalam tahun-tahun terakhir, menurut laporan Antara News, mengutip pernyataan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Indonesia yang memiliki 17.000 pulau rentan diguncang gempa bumi karena negara itu berada di atas Cincin Api Pasifik—lengkungan yang dipenuhi garis patahan dan gunung berapi yang menyebabkan sering terjadinya guncangan seismik.

Pada bulan September, lebih dari 4.000 orang tewas di Sulawesi Tengah setelah gempa bumi dan tsunami menghantam pulau itu. Hal itu didului oleh serangkaian gempa bumi mematikan awal tahun lalu yang mengguncang tujuan wisata terkenal, Pulau Lombok, yang terletak di dekat Bali.

Negara Asia Tenggara itu juga mencatat terjadinya likuifaksi untuk pertama kalinya, suatu fenomena yang menyebabkan tanah kehilangan kepadatannya setelah guncangan hebat. Hal itu terjadi di Sulawesi tahun lalu. Dan menjelang penutupan tahun, tsunami kembali terjadi di Selat Sunda, yang dipicu oleh erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau. 0 ERZ
Berita Lainnya
Minggu, 24 November 2019
Jumat, 22 November 2019
Rabu, 20 November 2019
Selasa, 19 November 2019
Senin, 18 November 2019
Sabtu, 16 November 2019
Jumat, 15 November 2019
Jumat, 15 November 2019
Kamis, 14 November 2019
Rabu, 13 November 2019
Rabu, 13 November 2019
Minggu, 10 November 2019