Minggu, 03 Maret 2019 10:55:04

Dituduh Perkosa, Polisi Polda Sumsel Menculik & Aniaya Kuli Batu

Dituduh Perkosa, Polisi Polda Sumsel Menculik & Aniaya Kuli Batu

Beritabatavia.com - Berita tentang Dituduh Perkosa, Polisi Polda Sumsel Menculik & Aniaya Kuli Batu

Nasib malang menimpa Harismail alias Ujang (25). Kulih batu bangunan ini diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang diduga okum polisi dan memaksanya ...

Dituduh Perkosa, Polisi Polda Sumsel Menculik & Aniaya Kuli Batu Ist.
Beritabatavia.com - Nasib malang menimpa Harismail alias Ujang (25). Kulih batu bangunan ini diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang diduga okum polisi dan memaksanya mengaku sebagai pelaku pemerkosan terhadap seorang bidan berinisial Y. Karena tak terbukti memperkosa, Ujang dibuangĀ  dipinggir jalan kawasan Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, pada Sabtu (23/2/2019)

Korban dalam kondisi babak belur, badannya lemas dan sulit bicara, ditemukan warga yang langsung melaporkan ke polisi. Pihak polsek membawa korban ke RS Bhayangkara Palembang lantaran diduga menjadi korban pengeroyokan. Setelah menjalani perawatan, barulah diketahui jika Ujang menjadi korban penculikan dan penganiayaan.

Kasus Ujang menjadi perhatian seruis Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnian Adinegara. Kapolda Sumsel mendesak agar kasusnya diusut tuntas dan pelaku ditangkap, termasuk oknum Polisi yang diduga melakukan penculikan serta penganiayaan terhadap Ujang (25). Kini Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan melakukan penyelidikan.

Oknum polisi diduga terlibat dalam kasus penculikan buruh bangunan bakal dikenakan pidana atas tindakan mereka. Keterlibatan oknum yang menculik, saya tindak pidana umum. Namanya menculik, itu mengambil seseorang, mengambil kemerdekaan. Dia di bawah kekuasaan seseorang, bisa kenakan pasal penculikan, kata Kapolda Zulkarnian seperti dilansir Kompas.com, Ahad (03/03/2019).

Zulkarnain menyebut, keterlibatan anggota dalam aksi penculikan terhadap Haris sangat kuat. Di mana korban dipaksa untuk mengaku telah memperkosa seorang bidan berinisial Y.

Kapolda menyayangkan tindakan gegabah yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut. Propam sudah diturunkan. Ya mungkin saja walaupun dia tidak bisa menjelaskan, siapa yang menculik itu, tapi ini kan ada korelasi (kaitan dengan polisi), mungkin ada semangatnya pak polisi yang mau mengungkap, tapi ini dia tangkap dasarnya enggak jelas, ujar dia.

Kasus bidan Y sendiri menurut Zulkarnain sulit diungkap lantaran minimnya alat bukti oleh penyidik. Sebab, barang bukti berupa sperma tak ditemukan petugas baik dari tubuh korban maupun di lokasi rumah. Kasus bidan itu enggak ada bukti, pengakuan itu cuma satu bukti loh. Kalau dalam kasus perlu dua alat bukti, ungkap dia.

Kasus penculikan serta penganiayaan yang menimpa Haris telah dilaporakan pihak keluarga ke Polda Sumatera Selatan. Laporan dibuat Hayan (61) ayah dari Ujang. Laporan sudah kami buat saat hari kejadian, tinggal tunggu hasilnya bagaimana. Kami laporkan penganiayaan dan penculikan, kata Hayan saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Senin (25/2/2019).

Hayan mengatakan, keluarga kini sedang fokus untuk mengurus kesembuhan Haris yang kini sudah mulai membaik. Kini, pihak keluarga menunggu itikad baik dari pelaku pengeroyokan anaknya tersebut.

Ya maunya diobati sampai sembuh, tidak sakit lagi. Kami cuma ingin itu. Kami maafkan pelakunya, tapi kasusnya juga harus jalan. Pelaku juga diproses, ujarnya.

Ujang memiliki satu anak yang masih berumur 5 tahun. Selama menjadi buruh batu, ia selalu menghidupi keluarga dan membantu ayahnya yang hanya seorang petani. Saya juga jarang kerja karena sudah tua. Ujang anak bungsu saya yang suka bantu kalau saya tidak kerja. Memang tulang punggung keluarga, ujarnya.

Sebelum kasus ini menimpa Ujang, Hayan mengaku putra kelimanya itu tak pernah sekali pun memiliki musuh dan terlibat aksi kriminal.
Anak saya cuma sopir batu. Ada masalah pun tidak pernah. Saya juga bingung dengan tuduhan ini, ujarnya. 0 KMP









Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 28 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 01 Juli 2020
Selasa, 30 Juni 2020
Rabu, 24 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Jumat, 12 Juni 2020