Jumat, 08 Maret 2019 11:03:18

Turis Berwisata ke Sumba Barat Daya Dipalak Pemabuk Bawa Sajam

Turis Berwisata ke Sumba Barat Daya Dipalak Pemabuk Bawa Sajam

Beritabatavia.com - Berita tentang Turis Berwisata ke Sumba Barat Daya Dipalak Pemabuk Bawa Sajam

Sejumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipalak dua pemuda mabuk. Hal ...

Turis Berwisata ke Sumba Barat Daya Dipalak Pemabuk Bawa Sajam Ist.
Beritabatavia.com - Sejumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipalak dua pemuda mabuk. Hal itu disampaikan Vinsen, sopir travel asal Kabupaten Sumba Timur, yang mengangkut para wisatawan asal Jakarta tersebut.

Di Mario Hotel, Rabu (6/3/2019) kemarin, Vinsen mengaku awalnya dia menjemput para wisatawan di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya.
Sesuai program yang sudah diaturnya, Vinsen lalu mengantar wisatawan itu ke sejumlah spot pariwisata di Sumba Barat Daya. Kami langsung menuju Bukit Lendongara, di Desa Karuni, Kecamatan Loura untuk berfoto, ungkap Vinsen.

Pada saat berada di Bukit Lendongara, para wisatawan lalu memotret pemandangan. Tak berselang lama, datanglah dua pemuda yang dalam kondisi mabuk minuman keras sambil membawa senjata tajam jenis parang.

Kedua pemuda itu berhenti di mobil saya. Saat itu mereka hendak berjalan menuju tamu saya yang sedang berfoto di atas bukit. Melihat itu, saya yang ingin melihat tamu merasa nyaman kemudian memanggil kedua pemuda itu dan menanyakan maksud keduanya, jelas Vinsen.

Kedua pemuda yang tidak diketahui identitasnya lantas berjalan ke arah Vinsen dan mengatakan bahwa mereka telah terluka karena jatuh. Mereka pun meminta uang sebesar Rp 20.000 kepada Vinsen. Setelah menerima uang dari saya, mereka kemudian membiarkan tamu saya untuk bebas berfoto, ujar dia.

Aksi kedua pemuda tak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian bergerak menuju wisatawan lain dan mengejar serta hendak merampas kamera turis. Karena merasa tidak nyaman, para wisatawan yang berjumlah belasan orang meminta untuk segera pulang menuju Kabupaten Sumba Timur.

Dengan kejadian ini, saya berharap, pemerintah dan aparat keamanan bisa segera menindaklanjuti ini. Bukan hanya di bukit ini, tetapi sejumlah tempat lainnya terutama di Kecamatan Kodi dan sekitarnya, yang sering melakukan pemalakan, ucap Vinsen.

Kepala Biro Humas Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu menyesalkan kejadian itu. Dia pun meminta kepada semua komponen masyarakat di Sumba Barat Daya untuk selalu menjaga kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sumba.

Untuk menjaga keamanan dan kenyaman para wisatawan, sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua, terutama masyarakat dan keluarga, kata Marius.

Masyarakat, lanjut Marius, harus menyadari bahwa sekarang Sumba menjadi destinasi pariwisata internasional yang terkenal. Sehingga kalau mereka sendiri tidak mampu menjaga kenyamanan, keamanan dan kebersihan, maka mereka sendiri yang akan menghancurkannya, sebut Marius.

Dilanjutkan, semua pemangku kepentingan di Sumba Barat Daya dapat menghidupkan sistem keamanan mulai dari kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa, hingga tingkat RT dan RW, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. 0 KMP







Berita Lainnya
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020