Sabtu, 09 Maret 2019 08:39:24

Perkosaan di Filipina Melonjak, Ribuan Wanita Unjuk Rasa

Perkosaan di Filipina Melonjak, Ribuan Wanita Unjuk Rasa

Beritabatavia.com - Berita tentang Perkosaan di Filipina Melonjak, Ribuan Wanita Unjuk Rasa

Hari perempuan internasional dirayakan ribuan wanita Filipina dengan turun ke jalan. Para perempuan ini melakukan aksi unjuk rasa menentang komentar ...

 Perkosaan di Filipina Melonjak, Ribuan Wanita Unjuk Rasa Ist.
Beritabatavia.com - Hari perempuan internasional dirayakan ribuan wanita Filipina dengan turun ke jalan. Para perempuan ini melakukan aksi unjuk rasa menentang komentar Presiden Rodrigo Duterte yang pernah merendahkan para perempuan.

Para pengunjuk berbaris di istana kepresidenan Malacanang sambil memprotes keras Duterte, yang telah berulang kali membuat lelucon tentang pemerkosaan. Tahun lalu, Duterte mengatakan pernah menyentuh asisten rumah tangganya. Namun, para pembantu presiden telah menekankan komentar itu hanya lelucon, bukan kebijakan, dan tidak boleh dianggap serius.

Pemimpin Unjuk Rasa, Joms Salvador dari kelompok perempuan Gabriela mengatakan pernyataan Duterte tidak dapat diterima dan itu tidak terlihat bercanda.Penegak hukum menafsirkan itu sebagai kebijakan dan hal itu (pernyataan Duterte) menyemangati para pelaku kejahatan, ujarnya, seperti dilansir RTL Today, Sabtu (9/3)

Salvador menambahkan, para perempuan di bawah umur sampai dewasa diperkosa di Filipina per jamnya. Angka kasus pemerkosaan bahkan mengalami kenaikan hingga 153 persen, dibandingkan saat sebelum Duterte terpilih sebagai presiden. Sejumlah polisi mengawasi para pengunjuk rasa di istana. Peserta aksi berjumlah sekitar 4.000 orang.

Selain itu terdapat pameran terkait hal ini di salah satu pusat perbelanjaan di Manila. Pameran memamerkan pakaian yang dikenakan oleh perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan berbasis gender. Termasuk pemerkosaan di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau di tempat lain.

Sponsor mengatakan acara itu digelar untuk menantang pemikiran yang menyatakan penampilan dan perilaku wanita harus disalahkan ketika menjadi korban pelecehan. Para netizen di akun Twitter pun ikut berkomentar. Pameran dont tell me how to dress sangat memilukan hati. Melihatnya secara pribadi membuat saya merasa tidak nyaman, tulis pengguna Twitter @HAUTEANGELUS.

Salvador berharap pameran dan unjuk rasa ini bisa meningkatkan kesadaran tentang pemerkosaan. Menurutnya, perempuan dari segala usia dan latar belakang bisa menjadi korban dan itu membuat marah kala ada sejumlah orang yang meremehkannya. 0 KAY








Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019