Rabu, 13 Maret 2019

Apindo: Banyak Masyarakat Salah Kaprah Soal Outsourcing

Apindo: Banyak Masyarakat Salah Kaprah Soal Outsourcing

Beritabatavia.com - Berita tentang Apindo: Banyak Masyarakat Salah Kaprah Soal Outsourcing

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai banyaknya perusahaan merekrut tenaga kerja melalui perusahaan penyedia jasa atau dikenal outsourcing ...

Ist.
Beritabatavia.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai banyaknya perusahaan merekrut tenaga kerja melalui perusahaan penyedia jasa atau dikenal outsourcing (alih daya) menjadi momok menakutkan bagi buruh maupun calon pekerja di Indonesia. Apalagi sejak diberlakukannya Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang sistem kerja ini.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Harijanto menyatakan masih banyak di antara calon pekerja belum paham betul apa sebenarnya yang dimaksud tenaga kerja outsourcing itu sendiri. Sehingga perspektif masyarakat mengenai outsourcing ini menjadi negatif.

"Sebetulnya masalah ini dibutuhkan dan harus diperbaiki dan dibenarkan, diluruskan pengertiannya. Jadi masalah outsourcing ini karena sejak dari awal kita sudah salah kaprah outsourcing ini," katanya dalam sebuah diskusi bertema Outsourcing Dibutuhkan Tapi Juga Ditentang di Hotel Mercure Kota, Jakarta, Rabu (13/3)

Harijanto mengatakan selama ini outsourcing seolah-olah hanya dipandang sebagai mensuplai tenaga kerja murah. "Memang asal muasal outsourcing ini adalah sebetulnya inisiatif yang salah. Jadi upah yang terlalu mahal disiasati dengan mesuplai tenaga kerja murah," imbuhnya.

Kemudian, sebagian juga memandang apabila kontrak kerja yang ditawarkan sebuah perusahaan itu habis, maka dikembalikan lagi kepada perusahaan outsourcing itu sendiri tanpa diberikan fasilitas jaminan sosial atau uang pesangon.

"Maka konotasinya outsourcing itu adalah suatu yang dimanfaatkan oleh pengusaha. Jadi ini sangat negatif sekali sebetulnya itu yang harus kita benarkan sekarang," ujarnya seperti dilansir laman Merdeka.com.

Padahal, menurutnya dia, apabila dibenarkan pengertiannya outsourcing secara benar maka ini membuka akan memberi kesempatan dan ruang yang besar untuk ketenagakerjaan. Di mana, ini juga akan membuat dunia usaha agar bisa menjadi lebih kompetitif lagi.

"Kita ini mempersulit diri kita sendiri. Outsourcing itu sebetulnya kalau dibenarkan pengertiannya membuka ruang yang besar untuk ketenagakerjaan," pungkasnya. 0 MDK



Berita Lainnya
Sabtu, 11 Mei 2019
Jumat, 10 Mei 2019
Jumat, 10 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Kamis, 18 April 2019