Jumat, 15 Maret 2019

Jadi Lokasi Prostitusi, Apartemen Kebagusan City Digerebek

Jadi Lokasi Prostitusi, Apartemen Kebagusan City Digerebek

Beritabatavia.com - Berita tentang Jadi Lokasi Prostitusi, Apartemen Kebagusan City Digerebek

Petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI dan Satpol PP Kelurahan Kebagusan menggerebek prostitusi online di Apartemen Kebagusan City, Kebagusan, ...

Ist.
Beritabatavia.com - Petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI dan Satpol PP Kelurahan Kebagusan menggerebek prostitusi online di Apartemen Kebagusan City, Kebagusan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019) dinihari. Razia tersebut dilakukan lantaran pihak apartemen menduga ada sejumlah wanita yang kerap menyewa apartemen untuk melakukan praktik prostitusi.

Hasil penggerebekan ditemukan sembilan anak muda, terdiri dua laki-laki dan tujuh perempuan. Hingga Jumat (15/03) mereka masih 
menjalani pemeriksaan di Dinas Sosial. Juga ditemukan sejumlah barang bukti, salah satunya adalah kondom bekas pakai yang dibuang ke dalam tong sampah di dalam kamar apartemen.

"Kami lihat dari CCTV ada wanita dengan dandanan menor turun naik dengan membawa pria dan menduga mereka melakukan prostitusi di apartemen ini," ungkap Kepala Keamanan Apartemen Kebagusan City, Bernard T Wahyu Wiryanta,

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan lima wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial yang berada di dalam kamar apartemen dengan dua pria. "Satu grup, lima perempuan dan dua laki-laki. Mereka memperdagangkan sendiri dirinya. Ada satu yang mengaku membantu, jadi dugaan muncikari ada," ujar Bernard.

Petugas juga mendapati sejumlah barang bukti, salah satunya adalah kondom bekas pakai yang dibuang ke dalam tong sampah di dalam kamar apartemen. "Ada satu orang lima handphone. Ada alat kontrasepsi dan obat-obatan. Narkoba negatif tapi coba kita cek urine aja," tambahnya.

Lurah Kebagusan, Leo Yudhantara Harahap mengakui pihaknya bersama tim gabungan menggelar operasi di Apartemen Kebagusan City. "Pengrebekan ini kami lakukan setelah adanya informasi dari warga masyarakat dan pengelola aparteman. Atas laporan itulah kami membentuk tim langsung melakukan penyisiran, "kata Leo Yudhantara Harahap.

Menurutnya, operasi ini dimulai sekitar pukul 19.00 dalam sasaran pertama diamankan dua perempuan. Selanjutnya kembali menyisir ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut. Seluruh terduga pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif antara Rp 900 hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Lurah juga menambahkan, memang pihaknya bersama pengelola aparteman rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Bahkan pihak pengelola juga melakukan pengawasan melalui kamera CCTV. "Menurut catatan pengelola aparteman, penghuni tersebut gerak-gerik sangat mencurigakan. Mereka yang diamankan tersebut memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif, "tambahnya.

Dalam pemeriksaan mereka ngaku hanya berapa kalinya. Tapi hasil dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar). Atas dasar itulah pihak aparteman melaporkan dan melakukan pengrebekan.

Lurah Kebagusan juga mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online. Maka dari ini pihaknya sangat mendukung langkah pengelola.

"Dalam operasi ini kami mengamankan barang bukti uang, telepon selular dan alat kontrasepsi. Mereka yang diamankan ini rencananya akan dibawa ke panti sosial,"imbuhnya.
0 DAY



Berita Lainnya
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Selasa, 24 September 2019