Senin, 18 Maret 2019 11:00:18

Bibit Lobster Rp 52,6 Miliar Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan

Bibit Lobster Rp 52,6 Miliar Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan

Beritabatavia.com - Berita tentang Bibit Lobster Rp 52,6 Miliar Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan

Penyelundupan  bibit lobster sebanyak 125.619 ekor bibit lobster dengan nilai Rp 19,023 miliar digagalkan Bandara Soekarno Hatta, Jumat ...

  Bibit Lobster Rp 52,6 Miliar Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan Ist.
Beritabatavia.com -
Penyelundupan  bibit lobster sebanyak 125.619 ekor bibit lobster dengan nilai Rp 19,023 miliar digagalkan Bandara Soekarno Hatta, Jumat (15/3/2019). Sehingga, sampai 15 Maret 2019 pemerintah menyelamatkan 464.684 bibit lobster dari penyeludupan atau setara dengan Rp 52,6 miliar.

Sepanjang tahun 2018, setidaknya berhasil digagalkan penyelundupan 2.532.006 ekor bibit lobster dengan perkiraan nilai Rp 463,4 miliar. Pemerintah terus memperkuat sinergi dengan stakeholders yang ada di Bandara Soekarno Hatta, dan semua pintu lalu lintas produk perikanan pada umumnya, baik di bandara, pelabuhan, maupun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk mencegah praktik penyelundupan SDI-SDI yang dilindungi, ujar Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina dalam keterangan tertulis, Senin (18/03/2019).

Dilanjutkan, bibit lobster termasuk komoditas yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portinus spp.).

Untuk pengembangan kasus dan pengejaran pelaku, BKIPM selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri). Dua orang pelaku berkewarganegaraan Indonesia berinisial ER dan RW diamankan dalam kejadian tersebut. Keduanya diperiksa untuk mengungkap sindikat jaringan penyelundupan BL.

Kedua pelaku diduga melanggar Pasal 16 ayat (1) Jo Pasal 88 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Selanjutnya, BL tersebut dibawa ke laboratorium BBKIPM Jakarta I untuk penyegaran untuk kemudian dilepasliarkan di lokasi yang paling cepat dijangkau dan layak untuk kehidupan BL.

Penindakan terhadap jaringan sindikat penyelundupan BL ini merupakan hasil komunikasi, kerja sama, dan koordinasi (K3) yang baik antara BKIPM, Avsec, serta instansi terkait lainnya di berbagai provinsi di Indonesia. 0 DAY

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 07 April 2020
Senin, 06 April 2020
Minggu, 05 April 2020
Rabu, 25 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Jumat, 31 Januari 2020
Jumat, 24 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020