Sabtu, 23 Maret 2019

Perampokan Bermodus Pedagang Asongan Dibekuk

Perampokan Bermodus Pedagang Asongan Dibekuk

Beritabatavia.com - Berita tentang Perampokan Bermodus Pedagang Asongan Dibekuk

Pelaku perampokan berinisial SS (32) berpura-pura menjadi pedagang asongan yang beraksi di tol dalam kota arah Tomang - Pluit, diringkus tanpa ...

Ist.
Beritabatavia.com - Pelaku perampokan berinisial SS (32) berpura-pura menjadi pedagang asongan yang beraksi di tol dalam kota arah Tomang - Pluit, diringkus tanpa melakukan perlawanan. SS kini menjalani pemeriksaan intesif untuk membongkar kemungkinan ada pelaku lainnya, SS pun dijebloskan ke dalam tahanan.

"Pelaku berpura-pura menjadi pedagang asongan di Lampu Merah pintu keluar Tol Tomang untuk mencari korban yang berasal dari luar Jakarta dan bingung mencari arah," ujar Kepala Polsek Tanjung Duren Komisaris Lambe Patabang dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/3).

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban HF dan JM, warga Serang, Banten hendak menjenguk seorang teman di Rumah Sakit Islam Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa, 19 Maret 2019 pukul 01.00. Kedua korban mengendarai sebuah mobil.

Lantaran dari luar Jakarta, korban tidak hafal dengan jalanan Ibu kota lalu keluar di pintu tol Tomang. Sewaktu berada di lampu merah Tomang, kata Lambe, korban bertanya dengan pedagang asongan yaitu SS ihwal arah jalan menuju Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.

"Sewaktu korban menanyakan arah jalan, pelaku SS menjelaskan bahwa korban salah arah dan menawarkan diri untuk membantu korban menuju pintu tol Tanjung Priok," paparnya.

Korban diajak berputar-putar oleh pelaku hingga sampai di flyover tol dalam kota, di seberang Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Pelaku berujar bahwa mereka telah sampai di tujuan. "Korban kemudian memberikan uang Rp 50 ribu sebagai ucapan terima kasih kepada pelaku," ujar Lambe.

Namun, kata Lambe, pelaku menolak pemberian itu dan menganggap korban meledaknya. Korban menaikkan uang ucapan terima kasih hingga Rp 200 ribu, namun pelaku terus menolak. Alasannya, kata Lambe, pelaku menilai uang tersebut tidak cukup untuk membayar taksi.

Menurut Lambe, pelaku terus meminta uang terima kasih ditambah namun korban tidak mampu menyanggupi. "Kemudian pelaku mengancam korban dengan menongolkan sebilah golok dari kantong jaket sebelah kanan," kata Lambe.

Akhirnya, ujar Lambe, korban memberikan semua uangnya dengan total Rp 300 ribu. Pelaku juga mengambil secara paksa satu ponsel merk advan korban dan langsung melarikan diri.

Besoknya, Rabu, 20 Maret lalu, korban melaporkan kejadian perampokan itu kepada polisi. Tak berselang lama, polisi menangkap pelaku di kontrakannya di tanah kosong samping tol Tomang. Pelaku dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan Kekerasan. 0 ERZ

Berita Lainnya
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Sabtu, 22 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Rabu, 19 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019