Kamis, 28 Maret 2019 14:24:33

Serang Wartawan, Karena Hercules Tak Pernah Diborgol

Serang Wartawan, Karena Hercules Tak Pernah Diborgol

Beritabatavia.com - Berita tentang Serang Wartawan, Karena Hercules Tak Pernah Diborgol

Hercules Rosario Marshal ngamuk. Terdakwa kasus dugaan perusakan dan pendudukan lahan itu marah dan mencari wartawan di area Parkir Pengadilan Negeri ...

 Serang Wartawan, Karena Hercules Tak Pernah Diborgol Ist.
Beritabatavia.com - Hercules Rosario Marshal ngamuk. Terdakwa kasus dugaan perusakan dan pendudukan lahan itu marah dan mencari wartawan di area Parkir Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/03/2019). Akibat aksi brutal itu menimpa seorang wartawan kena pukul. Aksi itu karena selama ini Hercules tidak pernah diborgol, sehingga leluasa melakukan aksi pemukulan.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengungkap alasan tak membelenggu Hercules Rozario Marshal dengan borgol selama masa penyidikan maupun pengawalan saat sidang. Hercules kembali divonis bersalah dalam perkara premanisme, Rabu 27 Maret 2019, atau vonis bersalah keempat sejak 2005 lalu.

Vonis diberikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Sesaat sebelum persidangan, setibanya di gedung pengadilan, Hercules tanpa alasan yang jelas mengejar para wartawan yang telah menungguinya. Selama beberapa saat dia bebas memburu dan sempat menendang satu wartawan sebelum kemudian dihalangi dan dibawa ke ruang tahanan pengadilan.

Hengki menyatakan telah menegur Hercules atas perbuatannya. Dia juga meyakinkan kalau anak buahnya terus mengawal Hercules sekalipun tidak pernah memborgolnya. Pengawalan dipastikannya sampai ke ruang pengadilan. Karena tanganya yang satu kan itu tangan palsu, kata Hengki menerangkan alasan tidak membelenggu Hercules, Rabu 27 Maret 2019.

Peristiwa amukan Hercules tersebut terjadi di basement Pengadilan Negeri Jakarta Barat sekitar pukul 15.00. Tanpa sebab, Hercules yang baru turun dari mobil tahanan mengejar wartawan yang ingin mengambil gambarnya. Mana wartawan - mana wartawan, ujar Hercules sambil berlari dan mengejar wartawan.

Hercules Rosario Marshal tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk menjalani sidang perdana kasus premanisme. Hercules dikawal anggota kepolisian bersenjata laras panjang menuju ruang tahanan pengadilan, Rabu, 16 Januari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

Polisi yang berjaga di lokasi akhirnya membawa Hercules ke ruang tahanan pengadilan. Polres Metro Jakarta Barat sendiri mengaku menerjunkan hingga 400 personel untuk pengamanan sidang putusan Hercules tersebut.

Dalam persidangan, Hercules divonis bersalah melakukan tidak pidana masuk pekarangan atau properti orang lain tanpa izin. Dia dinilai melanggar Pasal 167 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Tapi hukuman yang dijatuhkan kepadanya hanya delapan tahun kurungan dipotong masa tahanan, bandingkan dengan tuntutan jaksa tiga tahun penjara.

Ulah Hercules mendapat reaksi dari Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Naek Pangaribuan mengecam keras aksi Terdakwa perkara dugaan perusakan dan pendudukan lahan, Hercules Rosario Marshal yang mengamuk dan memukul seorang wartawan yang tengah bertugas meliput jalannya persidangan. Kami mengutuk keras aksi brutal Hercules. Aksi ini jelas melawan Undang-Undang Pers, kata Naek di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Dijelaskan, tiap wartawan yang menjalankan tugas peliputan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Selain itu dalam Pasal 18 UU Pers disebutkan ancaman pidana 2 tahun atau denda Rp500 juta apabila ada pihak yang menghalangi kerja jurnalistik.

Dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik, wartawan ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Seluruh wartawan yang turun menjalankan tugas peliputan di lapangan mendapatkan perlindungan hukum dalam mencari, menyimpan dan mengelola berita, lontarnya.

FWP mendesak agar pihak kepolisian untuk memproses kasus yang menimpa wartawan ini. Pasalnya, ia mengatakan kasus ini juga bisa mengarah ke kasus pelanggaran pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 atau 352 KUHAP Selain melanggar UU Pers, diduga ada unsur pidana sebagaimana pasal 351 atau 352 KUHAP. Kami minta pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini, tuturnya. 0 DAY


Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020