Jumat, 05 April 2019

Hoaks Menelan Korban Jiwa

Hoaks Menelan Korban Jiwa

Beritabatavia.com - Berita tentang Hoaks Menelan Korban Jiwa

Hoaks bukan hanya bikin gaduh, merusak suasana, persahabatan, pikiran hingga nyawa pun bisa melayang. Seperti yang menimpa seorang remaja asal ...

Ist.
Beritabatavia.com - Hoaks bukan hanya bikin gaduh, merusak suasana, persahabatan, pikiran hingga nyawa pun bisa melayang. Seperti yang menimpa seorang remaja asal Gondanglegi Malang Jawa Timur, Suyono. Remaja yang bekerja di cafe ini, harus mendapati akhir hidupnya dengan cara mengerikan. Harus mati terbunuh oleh delapan teman-temannya di Jembatan Gadang, Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (2/4) dini hari akibat hoaks.

Kasatreskrim Polresta Malang AKP Komang Yogi Arya Wiguna menerangkan pembunuhan keroyokan ini murni salah sasaran akibat hoaks. Informasi yang memicu pembunuhan terhadap korban tidak terbukti kevalidannya. Suyono tidak terbukti pernah menjadi sumber informasi kepolisian terkait kasus penangkapan salah satu saudara tersangka.

Dijelaskan, salah satu tersangka juga perencana pembunuhan memiliki dendam pribadi kepada Suyono. Berdasarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya, Suyono diduga pernah menjadi sumber informasi kepolisian atas ditangkapnya salah satu kerabat keluarga tersangka karena kasus narkoba. "Tersangka menghasut teman-teman laki-lakinya untuk merencanakan aksi dan mereka mau," kata Komang di Mapolresta Malang, Jumat (5/4).

Wakapolresta Malang Kompol Bambang Christanto Utomo menerangkan kejadian bermula di mana dua pelaku berjenis kelamin perempuan menjemput korban di salah satu kafe di Malang. Kemudian korban dibawa ke Jembatan Gadang yang ternyata telah ditunggu enam teman prianya. Saat melihat korban, para pelaku langsung terbawa emosi dan memukuli korban secara bersamaan.

Tanpa disangka-sangka, satu pelaku berinisial ADY membawa pisau berukuran 20 sentimeter. Pisau tersebut menusuk korban di empat titik tubuhnya seperti perut, dada, dan pinggang. Tindakan ini dianggap menjadi penyebab korban meninggal di tempat pada Selasa dini hari lalu.

Sebagai informasi, delapan tersangka teridentifikasi tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Empat di antara delapan pelaku tersebut masih di bawah umur. Mereka juga dilaporkan sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar di sekolah manapun.

Selain itu, dua di antara para pelaku tersebut juga dilaporkan berjenis kelamin perempuan. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran tapi telah teridentifikasi. Pelaku berinisial Q ini telah diketahui lokasinya sehingga hanya perlu dilakukan proses penangkapan.

Atas tindakan ini, ketujuh tersangka beserta satu pelaku DPO akan dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP. "Mereka akan dikenakan ancaman kurungan 12 tahun penjara. Yang di bawah umur juga (sama sanksinya--red)," tambah Bambang. 0 REP


Berita Lainnya
Sabtu, 01 Juni 2019
Jumat, 31 Mei 2019
Kamis, 30 Mei 2019
Rabu, 29 Mei 2019
Selasa, 28 Mei 2019
Senin, 27 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Jumat, 24 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019