Sabtu, 06 April 2019

Mendagri: Tak Masuk Akal Tuduhan Soal Server KPU

Mendagri: Tak Masuk Akal Tuduhan Soal Server KPU

Beritabatavia.com - Berita tentang Mendagri: Tak Masuk Akal Tuduhan Soal Server KPU

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai hoaks server KPU yang sudah di-setting untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin, Sabtu ...

Ist.
Beritabatavia.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai hoaks server KPU yang sudah di-setting untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin, Sabtu (6/4). Ia menilai tuduhan itu tak masuk akal dan cenderung melemahkan KPU sekaligus menganggu stabilitas nasional.

"Saya kira itu tuduhan yang tidak masuk akal. Namun saya sangat mengapresiasi langkah KPU yang segera melaporkan ke aparat penegak hukum," kata dia seusai acara Pengukuhan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) di Jakarta.

Tjahjo menilai langkah cepat KPU ini sudah tepat agar hoaks tersebut tidak membingungkan dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap KPU. Dengan laporan cepat ia yakin kepolisian dapat segera mengungkap kabar hoaks itu. "Dan saya yakin KPU tak akan menggadaikan harga dirinya bagi kepentingan seperti itu," ujar Tjahjo sambil mengaku optimis pelaksanaan pemilihan umum yang akan dilangsungkan serentak pada 17 April ini akan berjalan sukses.

Sementara Polisi telah menerima laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas isu server settingan pada Kamis (4/4) kemarin. Polisi kini mendalami alat bukti terkait hoaks. “Sudah kami terima (laporannya), saat ini tim siber sedang mendalami barang bukti dan dokumen-dokumen yang telah disampaikan oleh KPU saat laporan kemarin,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam pesan tertulis.

Menurut Dedi, dari bukti-bukti yang telah diberikan KPU penyidik akan mulai melakukan penelusuran. Termasuk mencari tahu siapa creator dan buzzer terkait tuduhan adanya settingan pemenangan kepada salah satu pasangan capres pada server milik KPU.  “Sekarang sedang didalami dulu jejak digitalnya di laboratorium digital siber,” kata dia.

Saat ditanyakan apakah sudah ada jadwal pemeriksaan terkait hoaks itu, Dedi kembali mengatakan bahwa penyidik masih tengah melakukan pendalaman. “(Penyidik) masih merencanakan untuk riksa minggu depan. Nanti kalau sudah ada info saya sampaikan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menilai hoaks soal server KPU yang telah di-setting merupakan hoaks bertema pemilu yang paling cepat penyebarannya. Menurut Ketua Presidium Mafindo Septiaji, hoaks tersebut merupakan kelanjutan dari hoaks-hoaks sebelumnya seperti "tujuh kontainer surat suara tercoblos" dan "truk surat suara beraksara Cina".

"Hoaks yang menyebut server KPU ada di Singapura, dan sudah di-setting kemenangan 57 persen untuk salah satu kubu, penyebarannya paling masif dibanding hoaks-hoaks sebelumnya," kata Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho dalam siaran pers, Sabtu (6/4)

Septiaji mengatakan, hoaks ini mulai terdeteksi di media sosial sejak Rabu 3 April 2018 pukul 19.30 dan menyebar luas hingga menjangkau 974 ribu views hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Sementara, masyarakat yang terpapar hoaks tersebut di grup Whatsapp bisa mencapai jutaan.

Mafindo menemukan penyebaran yang masif di media sosial sebanyak lebih dari 45 ribu shares dan 974 ribu views hanya dalam satu hari. Konten tersebut tersebar di semua platform populer seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Ini belum termasuk penyebaran di grup Whatsapp yang diduga angkanya bisa jauh lebih besar.

Septiaji mengungkapkan ada 19 akun yang paling banyak menyebarkan hoaks ini, 14 di antaranya bukan akun asli alias akun abal-abal seperti Rahmi Zainudin Ilyas, Rara Putri Edelweis, Noor Inesya Zain, Alena Putri dan lain-lain. Ia mengatakan, penyebaran hoaks ini berpotensi merusak legitimasi penyelenggaraan pemilu dan bisa berdampak fatal bagi masa depan demokrasi Indonesia. 0 ERZ

Berita Lainnya
Rabu, 10 April 2019
Selasa, 09 April 2019
Senin, 08 April 2019
Sabtu, 06 April 2019
Selasa, 02 April 2019
Senin, 01 April 2019
Senin, 01 April 2019
Kamis, 28 Maret 2019
Rabu, 27 Maret 2019
Selasa, 26 Maret 2019
Jumat, 22 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019