Selasa, 09 April 2019

Tolak Pengeboran, Warga Pulau Pari Demo ke Laut

Tolak Pengeboran, Warga Pulau Pari Demo ke Laut

Beritabatavia.com - Berita tentang Tolak Pengeboran, Warga Pulau Pari Demo ke Laut

Seluruh warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu kembali melaksukan aksi penolakan terhadap pengeboran di wilayah laut dangkal gugusan pulau itu. ...

Ist.
Beritabatavia.com - Seluruh warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu kembali melaksukan aksi penolakan terhadap pengeboran di wilayah laut dangkal gugusan pulau itu. Pengeboraini akan dibangun villa terapung di kawasan itu yang dikhawatirkan menganggu ketertiban, keamanan, merusak lingkungan dan warga sangat terusik. Mereka pun melakukan aksi demo dengan turun ke laut sebagai upaya menghentikan pengeboran.

Dalam keterangan tertulis, warga menyebut pengeboran sudah sudah mencapai kedalaman 30 meter dan warga khawatir pengeboran berlanjut. "Dan pada akhirnya di bangun villa-villa mewah dengan luas laut yang akan di gunakan 200 hektar," seperti yang tertulis dalam siaram pers Forum Peduli Pulau Pari, Selasa (09/04/2019).

Warga tak ingin mata pencaharian jadi semakin sempit. Sebab, pengeboran itu dinilai bakal membuat nelayan tak bisa mengakses laut secara bebas seperti yang terjadi usai reklamasi Pulau H atau disebut Pulau Tengah. Akibat reklamasi itu, kualitas air jadi buruk bagi nelayan budidaya.

Warga berpendapat, setiap pembangunan memiliki sisi positif dan negatif. Mereka meminta aspek negatif itu diminimalisasi. Dalam Undang-Undang Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil tertulis, warga seharusnya terlibat dalam segala kegiatan dan pembangunan di Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

"Warga Pulau Pari bukanlah warga yang anti akan pembangunan, tetapi pembangunan harusnya pula menimbang dari segala sisi, termasuk dampak terhadap mata pencarian nelayan sekitar, soal lingkungan dan lain sebagainya."

Meski berkali-kali diprotes warga Pulau Pari, pengeboran berlanjut. Hal itu usai Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan meninjau lokasi pada 9 Maret 2019. Hingga hari ini, pengeboran masih berlangsung.

Pengeboran disebut sudah berlangsung sebulan terakhir di beberapa titik yaitu di Pulau Burung, Pulau Kongsi, dan Pulau Tikus, yang masih satu gugusan dengan Pulau Pari. Pelakunya adalah PT. Pratama Widya.

Lucunya, perusahaan itu tak mampu menunjukkan izin pengeboran saat didatangi perwakilan warga Pulau Pari pada pekan lalu. Pengakuan dari satu pekerja PT. Pratama Widya, Teni Muharam, mereka masih meneliti tanah dan topografi yang nantinya akan dibangun vila terapung.

Vila terapung tersebut rencananya dibangun di atas kawasan 200 hektare kawasan laut dan 9 Ha daratan Pulau Kongsi.  Ketua RT 01 Pulau Pari, Edy Mulyono, menambahkan bahwa pembangunan vila terapung mungkin saja akan merusak lingkungan. Selain juga akan merampas hak hidup warga Pulau Pari, "Karena di wilayah itulah kami menangkap ikan." lontarnya.

Disayangkan, pemerhati masalah lingkungan, Green Force, komunitas Lingkungan sudah diinformasikan tentang pengerusakan lingkungan di Pulau Pari Kepulauan, namun mereka tak peduli. 0 NDY
Berita Lainnya
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Selasa, 18 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Rabu, 12 Juni 2019