Kamis, 11 April 2019

Otak Komplotan Sadis Spesialis Nasabah Bank Tewas Didor

Otak Komplotan Sadis Spesialis Nasabah Bank Tewas Didor

Beritabatavia.com - Berita tentang Otak Komplotan Sadis Spesialis Nasabah Bank Tewas Didor

Komplotan perampas uang nasabah bank yang kerap beraksi di Jakarta dan Bekasi, berhasil ditangkap. Kelompok begal asal Palembang dan Lampung ini ...

Ist.
Beritabatavia.com - Komplotan perampas uang nasabah bank yang kerap beraksi di Jakarta dan Bekasi, berhasil ditangkap. Kelompok begal asal Palembang dan Lampung ini sudah puluhan kali melakukan aksi perampokan spesialis nasbah bank. Bahkan aksinya dilakukan secara sadis, karena selain harta korban disikat, juga korban dilukai tanpa ampun jika melakukan perlawanan.

Lima pelaku yang diringkus, berinisial B (39), AF (43), DH (27), H (37), dan DD (36) mereka dibekuk ditempat kos-kosan di Jakarta Timur dan Bekasi. Bahkan Salah satu pelaku berinisial MD yang berperan sebagai kapten komplotan tersebut tewas ditembak karena berusaha melawan petugas saat ditangkap.

"MD, selaku kapten dan otak dari kejahatan ini ketika dibekuk di daerah Cipayung melakukan perlawanan dengan cara mendorong petugas. Sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur kepada MD. MD meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Polri Kramatjati, karena kehabisan darah," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Argo Yuwono di RS Polri Kramatjati, Kamis (11/04/2019)

Kawanan ini, lanjut dia, merupakan spesialis menyasar nasabah bank, sindikat Palembang-Lampung. Dalam menjalankan aksinya, mereka terdiri dari 5 orang dan 1 kapten. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing.

Komplotan ini membagi peran dalam menjalankan aksinya. Ada yang bertugas untuk menentukan nsabah mana yang akan dijadikan sasaran.
"Ada perannya menggambar yaitu inisial B yang masuk ke dalam bank, dia bisa lihat siapa nasabah yang ambil uang banyak dan sendirian sehingga langsung ditandai," katanya.

Kemudian ada TL yang akan membuat mobil korban kempis sehingga korban lengah dan keluar memeriksa kondisi bannya. "Disini DH beraksi dengan mengambil tas yang berisi uang tersebut," katanya.

H sebagai pilot dan DH sebagai eksekutor. "Kelompok ini mengincar nasabah bank yang mengabil uangnya sendiri," katanya sambil menambahkan dalam aksinya kelompok ini membawa senjata tajam berupa golok untuk menakut nakuti dan tak segan menggunakannya ketika korban melawan.

Dari penangkapan ini, Argo mengatakan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, senjata tajam yang digunakan dan uang hasil dari pencurian. Uang itu digunakan pelaku untuk keluarga dan dibelanjakannya.

Argo mengimbau, kepada nasabah bank yang ingin mengambil uang secara besar agar meminta perlindungan dari kepolisian. Selain itu, dia memberikan tips agar aman membawa uang banyak. "Kalau ada yang ambil uang dalam jumlah besar silakan hubungi kepolisian terdekat untuk dikawal. Tidak bayar, gratis. Kedua, kalau ambil uang seyogyanya tidak sendiri tapi lebih dari satu. Jadi ada temannya," kata Argo.

Kemudian, kata dia, jangan sampai nasabah menyepelekan hal tersebut. Hal itu guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. "Ketiga, jangan menggampangkan ah tidak ada apa-apa. Tapi jangan beri kesempatan orang berbuat jelek. Kemudian juga tetap waspada, hati-hati dalam mengambil uang terutama dalam jumlah banyak," imbuhnya. 0 END


Berita Lainnya
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019
Kamis, 01 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Selasa, 30 Juli 2019
Senin, 29 Juli 2019