Rabu, 17 April 2019 13:50:41

Tahanan Teroris di Polda Metro, Cuma 6 dari 119 yang Mencoblos

Tahanan Teroris di Polda Metro, Cuma 6 dari 119 yang Mencoblos

Beritabatavia.com - Berita tentang Tahanan Teroris di Polda Metro, Cuma 6 dari 119 yang Mencoblos

Rumah Tahanan Polda Metro Jaya hingga kini menahana 119 orang tahanan dan narapidana teroris. Dari jumlah tersebut, hanya enam orang yang menggunakan ...

  Tahanan Teroris di Polda Metro, Cuma 6 dari 119 yang Mencoblos Ist.
Beritabatavia.com - Rumah Tahanan Polda Metro Jaya hingga kini menahana 119 orang tahanan dan narapidana teroris. Dari jumlah tersebut, hanya enam orang yang menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 ini.

Napiter (narapidana teroris) ada 119, tapi yang kooperatif memberikan NIK-nya hanya enam orang, kata Kasubdit Pemeliharaan dan Perawatan Tahanan, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Kompol Andi Rusdi di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ia mengatakan, seluruh tahanan sejatinya sudah diminta untuk menyerahkan data diri mereka untuk di daftarkan ke KPU. Namun, hingga hari terakhir pindah memilih pada 11 April 2019 lalu, mereka tak menyerahkan data diri mereka ke kepolisian.

Karena status mereka sebagai tahanan teroris, pengamanan di TPS itu diperketat dengan menurunkan personel dari Brimob dan Densus 88.
Dari Brimob enam orang dan Densus dari unit mereka itu full satu unit sekitar 10 orang, kata dia seperti dilansir Kompas.com

Selain itu, kedua unit tersebut puluhan petugas dari unit Dittahti Polda Metro Jaya juga di kerahkan dalam pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Andi mengatakan meski pengamanan yang dilakukan cukup ketan, anggota kepolisian tetap berkonitmen untuk tidak memasuki area TPS yang menjadi wewenang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Walaupun rumah kita, tapi ini independensi dari KPPS. Kita di sini menjaga, ujarnya.

Tahanan Koruptor

Di tempat terpisah, Para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan beragam tingkah laku saat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) 012 Guntur, Jakarta, Rabu (17/4/2019). TPS ini terletak di kawasan Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.

Satu per satu tahanan dari tiga rutan cabang KPK berdatangan. Saat tiba di rutan, ada tahanan yang menutup wajah dengan kedua tangannya yang terborgol. Ada pula tahanan yang menunjukkan borgolnya di depan jurnalis yang sedang meliput. Udah puas? kata salah satu tahanan KPK sambil membuka kedua telapak tangannya yang diborgol.

Ia pun berlalu memasuki lorong pos pemeriksaan rutan KPK. Selain itu, ada tahanan yang meneriakkan nama calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, saat ditanya siapa calon presiden yang akan dipilih. Tahanan itu adalah mantan anggota DPRD Sumatera Utara Richard Eddy Marsaut Lingga Prabowo, teriak dia.

Salah satu tahanan lain yang mencoblos adalah anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Seusai mencoblos, ia tampak mengacungkan jempolnya hingga setinggi bagian matanya. Alhamdulilah, kata Bowo sambil memasuki mobil tahanan.

Tampak pula, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Ia merasa bersyukur, meski menjadi tahanan, ia tetap bisa menyalurkan suaranya.
Saat ditanya siapa calon presiden yang dicoblos, ia enggan menjawab. Ah kamu, jangan, enggak boleh (diungkap), kata dia sambil tersenyum dan memasuki mobil tahanan.

Dalam Pemilu 2019 kali ini, sekitar 63 tahanan dari tiga rutan cabang KPK menyalurkan hak pilihnya di TPS 012 Guntur. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pencoblosan sedang ditunda untuk waktu istirahat. 0 KMP
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020