Selasa, 23 April 2019

Diduga Lakukan Politik Uang, Caleg DPR RI Partai Golkar Dilaporkan ke Bawaslu Sumsel

Diduga Lakukan Politik Uang, Caleg DPR RI Partai Golkar Dilaporkan ke Bawaslu Sumsel

Beritabatavia.com - Berita tentang Diduga Lakukan Politik Uang, Caleg DPR RI Partai Golkar Dilaporkan ke Bawaslu Sumsel

Mewujudkan politisi bersih dan berwibawa menjadi semangat yang tidak pernah padam bagi warga Sumatera Selatan (Sumsel). Buktinya, sebanyak warga ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Mewujudkan politisi bersih dan berwibawa menjadi semangat yang tidak pernah padam bagi warga Sumatera Selatan (Sumsel). Buktinya, sebanyak warga 5 warga perwakilan Banyuasin 3, Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Sumsel yang tergabung dalam kelompok masyarakat pencari fakta, melaporkan oknum Caleg (Calon Legislatif) DPR RI dari Partai Golkar berinisial KHM keĀ  Kantor Bawaslu Provinsi Sumsel, Senin (22/4/2019).

"Tujuan kami melaporkan Caleg yang berinisial KHM ini karena diduga melakukan politik uang dengan bekerja sama melalui perangkat desa sebanyak 26 Desa maupun Kepala Desa Ujung Tanjung yang juga dikoordinir oleh oknum Caleg Kabupaten Banyuasin dan sama-sama berasal dari Partai Golkar," kata koordinator masyarakat pencari fakta, Burhanuddin,SH di kantor Bawaslu Palembang, Senin.

Ia menjelaskan, dugaan politik uang tersebut dilakukan perangkat desa dan kepala desa karena membagikan bingkisan kain sarung dan uang senilai Rp 100.000 pecahan Rp 50.000 dan kepada Ibu-Ibu berupa pakaian dan uang senilai Rp.50.000. Bingkisan inilah yang dijadikan sebagai barang bukti serta modal untuk pihaknya melaporkan ke Bawaslu Sumsel.

"Kita berharap kasus dugaan money politik tersebut, segera ditindak lanjuti Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan,"ujarnya.

Sementara, Karlisun Kasubag Humas Bawaslu Sumsel membenarkan adanya laporan tersebut. Bahkan pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk menguatkan dugaan money politik yang dilakukan oknun Caleg di Kabupaten Banyuasin Sumsel.
Pihaknya juga telah menerima barang bukti seperti kain yang diberikan saksi-saksi yang kejadiannya pada tanggal 6 April 2019 sebelum hari H pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April 2019.

"Akan kita tindak lanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan akan segera kita rilis jika adanya dugaan maney politik apabila telah diselesaikan," jelas Karlisun. O son




Berita Lainnya
Minggu, 03 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Rabu, 23 Oktober 2019
Selasa, 22 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019