Rabu, 24 April 2019

Lerai Keributan, Anggota FBR Tewas Dibacok

Lerai Keributan, Anggota FBR Tewas Dibacok

Beritabatavia.com - Berita tentang Lerai Keributan, Anggota FBR Tewas Dibacok


Nasib tragis menimpa Mohammad Husein alias Usen. Anggota Forum Betawi Rempuk (FBR) tewas dihujani bacokan, Selasa (23/4) dinihari. Pelakunya ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Nasib tragis menimpa Mohammad Husein alias Usen. Anggota Forum Betawi Rempuk (FBR) tewas dihujani bacokan, Selasa (23/4) dinihari. Pelakunya sekelompok pemuda yang tengah bertikai dengan kelompok pemuda lainnya di area Diskotik Widya, Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Padahal korban yang tewas untuk melerai pertikaian, malah dihabisi nyawanya.

Korban tewas di tempat dengan luka bacokan di kepala, kening, punggung dan tangan luka sobek senjata tajam. Korban sendiri sempat dibawa ke RS Royal Taruma dalam kondisi tewas berlumuran darah dan untuk penyelidikan selanjutnya ia dibawa ke RS Polri Kramajati.
"Sekarang masih kita telusuri, olah TKP sudah dilakukan. Kami sudah mengantongi dua nama pelaku yang mengakibatkan tewasnya anggota ormas tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, Rabu (24/04/2019).

Diceritakan, keributan tersebut hanya salah paham. Saat itu dua kelompok bertikai karena terpengaruh minuman alkohol. Usen sendiri sempat melerai keduanya sebelum akhirnya meninggal karena luka bacok. Selain menewaskan Usen, ada tiga korban lainnya yang juga mengalami luka bacok dan kini tengah menjalani perawatan intensif.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, IPTU Dimitri Mahendra menuturkan telah meneriksa sejumlah saksi. Bahkan CCTV dilokasi telah dipelajari. Dari data yang dihimpun peristiwa ini diduga terjadi karena adanya kesalahpahaman di antara dua kelompok yang bertikai. Diduga kelompok yang bertikai tersebut dalam pengaruh alkohol.

Korban yang sempat melerai, dibacok hingga akhirnya meninggal dunia. Selain Husein ada pula beberapa orang lainnya yang juga mengalami luka-luka dan kini tengah dirawat  di rumah sakit. "Untuk korban jiwa ada satu, dan korban luka ada beberapa nanti kita periksa lagi. (Penyebabnya diduga) ketersinggungan saja antara kedua kelompok salah paham," ungkapnya.

Anak korban, Kusnandi mengatakan pembacokan berawal saat sang Ayah menjaga Posko FBR di kawasan itu. Sekitar pukul: 01.30 WIB tiba-tiba terjadi keributan dua kelompok pemuda di Diskotek Medika, yang lokasinya tak jauh dari Posko FBR. "Katanya yang ribut antara orang Kupang sama Ambon. Waktu itu sempat dilerai dan di usir oleh security (petugas keamanan)," kata Kusnadi.

Saat kejadian, Kusnadi menuturkan kelompok yang bertikai sempat menyambit dan melempari ke sejumlah warga yang melihat. Dan beberapa menit kedua kelompok itu membubarkan diri. Dugaan dilokasi kelompok bertikai tersebut dalam pengaruh minuman keras (miras).

Namun tidak lama berselang satu kelompok itu kembali ke lokasi. Mereka membawa senjata tajam dengan brutal menyambit sejumlah warga yang ada di lokasi. Termasuk, Usen yang tengah menongkrong. Sekelompok pria berjumlah sekitar 20 orang itu kemudian menyerang korban.

"Yang tewas hanya babe saya. Sisanya saya gak tau berapa orang tapi banyak yang terluka," tukas warga Jalan Hemat Buntu 1, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Usai kelompok itu meninggalkan kejadian. Kusnadi yang mendapat kabar bersama warga kemudian membopong Umsang Ayah ke RS Royal Taruma. Sayang saat itu jenazah Usen tak bisa diselamatkan. Polisi yang mendapat kabar kemudian melakukan olah TKP, dan membawa jasad korban ke RS Polri Kramajati untuk di Outopsi.

Panglima FBR, Sahrul meminta anggota FBR untuk menahan diri dan main hakim sendiri. Ia mengatakan masih mempercayakan waktu tiga hari untuk polisi mengungkap tersangka pembacok. Lewat dari itu, pihaknya akan turun tangan mencari kelompok pembacok. "Kalau sampai tiga hari tidak dapat. Kita akan cari sendiri," kata Sahrul.

Ketua Umum FBR, Lutfi Hakim membenarkan hal tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Husein adalah korban salah sasaran.  "Bukan karena bentrok. Itu korban salah sasaran sebetulnya," kata Lutfi.

Lutfi menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima di dekat tempat kejadian itu terdapat Diskotek Widya. Ada pengunjung diskotek tersebut yang bertikai, kemudian lari keluar dari diskotek. "Nah, yang ngejar itu kemudian membabi buta, karena ada korban juga ada satpam, termasuk anggota kita yang ada di gardu. Ada dua orang anggota yang kena," papar Lutfi.

Lutfi menuturkan, tak jauh dari diskotek itu memang terdapat gardu atau pos FBR. Saat kejadian, ada dua anggota FBR yang sedang piket untuk menjaga keamanan wilayah tersebut. Namun, saat peristiwa itu terjadi salah satu anggota FBR bernama Mohammad Husein tidak sempat melarikan diri. Akibatnya, ia meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit karena luka bacok yang dialaminya.

Sementara itu, kata Lutfi, satu orang anggotanya yang lain, yakni Amirullah sempat kabur dan selamat. Hanya saja satu jari tangan anggota itu putus akibat sabetan senjata tajam. 0 ERZ
Berita Lainnya
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019
Kamis, 01 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Selasa, 30 Juli 2019