Rabu, 08 Mei 2019

Selain Melempar HT, Oknum Polisi Purworejo Juga Minta Uang Tilang

Selain Melempar HT, Oknum Polisi Purworejo Juga Minta Uang Tilang

Beritabatavia.com - Berita tentang Selain Melempar HT, Oknum Polisi Purworejo Juga Minta Uang Tilang

Harapan dan kepercayaan terhadap Polri sebagai pelindung dan pengayom tergerus oleh ulah oknum yang dituduh melakukan kekerasan terhadap siswi ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Harapan dan kepercayaan terhadap Polri sebagai pelindung dan pengayom tergerus oleh ulah oknum yang dituduh melakukan kekerasan terhadap siswi SMP di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

Kasus yang menimpa Layla Putri Ramandhani (16) sisiwi SMPN 2 Purworejo pada Selasa 30 April 2019 , kini   mendapat perhatian khusus dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA).

Bahkan usai mengunjungi Layla, Minggu (5/5) Sekretaris KNPA Provinsi Jateng Imam Supaat didampingi pengurus KNPA Kabupaten Purworejo Yunus mengatakan, untuk mempertegas kasus yang menimpa Layla,  pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi dan teman korban.

KNPA juga membeberkan hasil keterangan teman korban berinisial F yang membenarkan adanya pelemparan handy talkie (HT) oleh seorang petugas polisi. Diceritakan, pada saat kejadian, Selasa (30/4) F berboncengan dengan Layla menggunakan sepeda motor, sedangkan satu motor lainnya dikendarai oleh temannya R dan C.

Mereka baru saja usai mengikuti kegiatan sekolah dan akan menuju gedung olahraga Purworejo. Saat melintas di Jalan Tentara Pelajar Lengkong Kecamatan Banyuurip ada kegiatan razia polisi. F yang membonceng Layla berhasil menghindar dari razia sedangkan temannya R dan C berhasil distop oleh petugas gabungan dari kepolisian.

Menurut keterangan F ,saat itulah seorang anggota Polisi melemparkan HT ke arahnya yang kemudian mengenai mata sebelah kanan Layla. Akibatnya, mata Layla robek dan terancam mengalami buta parmanen.

Menurut F, temannya R melihat dengan jelas kejadian yang menimpa Layla. Bahkan R secara jelas melihat oknum polisi yang melemparkan HT ke Layla, karena posisi R saat itu berada di belakangnya.

Setelah HT dilempar dan mengenai Layla, F menceritakan  kalau temannya R melihat ada polisi yang mengambil HT yang dipergunakan untuk melempar dirinya dan Layla. Bahkan,saat membawa Layla ke RSUD Dr Tcjihtro Wardoyo, seorang Polisi yang diakui lupa identitasnya mengatakan agar tidak mengatakan kepada siapapun atas kejadian pelemparan HT tersebut.

Tidak hanya itu, F juga membeberkan bahwa Polisi meminta uang ratusan ribu kepada temannya R yang berboncengan dengan C karena alasan pelanggaran lalu-lintas.
Disebutkan, sepeda motor yang dikendarai F dan Layla berhasil meloloskan diri setelah oknum polisi melempar HT. Tetapi temannya R yang berboncengan dengan C berhasil dihentikan dan distop. Saat itu, polisi hanya menunjukan pasal yang dilanggar kepada R dan meminta uang Rp 500 ribu. Namun, R hanya memiliki uang Rp 350 ribu saja dan polisi mengatakan kurang. Saat itulah, teman R menambah uang sebesar Rp 20 ribu hingga jumlah total sebesar 370 ribu. Setelah menerima uang, polisi tidak jadi memberikan surat tilang.

Sementara orang tua C yang ditemui media dirumahnya membenarkan  anaknya dan temannya R dimintai uang tilang sebesar Rp 500 ribu rupiah tetapi hanya memiliki uang Rp 370 ribu rupiah yang sejatinya uang tersebut mau dipergunakan untuk iuran sekolah. Diakui, sudah didatangi dari pihak Polres Purworejo untuk menyampaikan bahwa tanggal 16 Mei akan diantarkan ke Bank untuk mengambil uang tilang sekaligus pengembalian STNK. O yos


Berita Lainnya
Minggu, 28 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 17 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
Selasa, 09 Juli 2019
Senin, 08 Juli 2019
Jumat, 05 Juli 2019