Rabu, 15 Mei 2019

Kombes Argo Ungkap Alasan Eggy Sudjana Ditahan

Kombes Argo Ungkap Alasan Eggy Sudjana Ditahan

Beritabatavia.com - Berita tentang Kombes Argo Ungkap Alasan Eggy Sudjana Ditahan

Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana, resmi ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, ...

Ist.
Beritabatavia.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana, resmi ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, terhitung sejak Selasa (14/5/2019) malam. Aktivis juga pengacara itu sempat protes soal penahananya, dengan alasan pengacara tidak bisa ditahan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan alasan penyidik melakukan penahanan terhadap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, salah satunya menutup kemungkinan menghilangkan barang bukti terkait kasus dugaan makar dan pernyataan people power yang menyandungnya.

"Pertimbangan yang diberikan oleh penyidik (yakni) jangan sampai yang bersangkutan menghilangkan barang bukti, (dan) mengulangi perbuatannya atau melarikan diri," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/5).

Kombes Argo melanjutkan, penyidik memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. "Itu wewenang penyidik melakukan penahanan selama 20 hari ke depan," lanjutnya.

Ditambahkan, status Eggi sebagai tersangka ditetapkan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Penetapan tersangka juga berdasarkan bukti permulaan yang terdiri dari keterangan saksi, video hingga pemberitaan di media online.

"Penetapan tersangka itu berdasarkan bukti permulaan yakni pemeriksaan enam saksi, empat keterangan ahli, petunjuk barang bukti seperti video, dan pemberitaan di media online," kata Argo.

Sebelumnya Eggi sempat menyampaikan kalau dirinya memang enggan menandatangani surat penahanan tersebut. Salah satu alasannya, pihaknya tengah mengajukan gugat praperadilan ke Pengadilan terkait kasus makar dan pernyataan people power.

"Saya sebagai advokat menurut UU 18 tahun 2003 pasal 16, advokat tidak dapat dipidana atau digugat baik di dalam ataupun di luar sidang. Itu juga merupakan keputusan dari mahkamah konstitusi Nomor 26 tahun 2014. Jadi ada kode etik advokat, saya ketua dewan kehormatan advokat kongres advokat indonesia sudah kirim surat harusnya kode etik advokat dulu yang harusnya diproses," lanjutnya.

Eggi juga meminta Presiden Joko Widodo memberikan keadilan atas kasus yang menjeratnya. Eggi saat ini berstatus tersangka kasus dugaan makar. Eggi berkata jika dirinya ditahan usai pemeriksaan hari ini maka polisi telah melakukan kriminalisasi. Presiden Jokowi disebutnya bisa mencegah dirinya ditahan.

"Kalau ditahan ini kriminalisasi terjadi, Polri tidak promoter (profesional, modern, dan terpercaya) dan Jokowi bisa perintahkan ke Kapolri untuk tidak ditahan kalau dia berdemokrasi yang bener," lontarnya

Eggi menolak anggapan bahwa presiden tidak boleh melakukan intervensi terhadap proses hukum. Presiden, boleh mengintervensi karena menjabat sebagai pemimpin negara. "Jadi jangan lagi pakai alasan wah itu tidak boleh intervensi, Anda jangan lupa pemimpin di negeri ini, Anda itu pimpinan Kapolri, TNI dan semua angkatan perang, Anda panglimanya jadi bisa diperintah. Itu adalah instruksi," tuturnya.

Eggi ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar terkait seruan people power. Polisi menyebut memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status Eggi dari saksi menjadi tersangka. Hal itu didapatkan setelah pemeriksaan saksi-saksi hingga barang bukti.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Eggi Sudjana mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (10/5) melalui kuasa hukumnya, Pitra Romadoni Nasution. Pitra mengatakan, kliennya merasa kecewa terhadap Polda Metro Jaya yang terlalu cepat menetapkan tersangka. 0 ERZ
Berita Lainnya
Rabu, 03 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Sabtu, 22 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019