Minggu, 19 Mei 2019

Meningkat, Niat Masyarakat Berkunjung ke Museum

Meningkat, Niat Masyarakat Berkunjung ke Museum

Beritabatavia.com - Berita tentang Meningkat, Niat Masyarakat Berkunjung ke Museum

Museum kini jadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat untuk berwisata. Kini, masyarakat semakin berminat berkunjung ke Museum. Grafik ...

Ist.
Beritabatavia.com - Museum kini jadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat untuk berwisata. Kini, masyarakat semakin berminat berkunjung ke Museum. Grafik kunjungan terus naik.

"Alhamdulillah apresiasi masyarakat terhadap museum sudah meningkat jauh. Ada peningkatan kunjungan dan apresiasi yang signifikan di museum-museum, terutama museum-museum besar di Jakarta seperti Museum Nasional dan museum-museum di daerah Kota Tua,"  papar Kepala Subdirektorat Permuseuman, Dit. PCMB, Dedah.

Dilanjutkan, hal ini terjadi lantaran museum-museum juga berupaya menjemput bola dengan mengadakan berbagai program dan penambahan fasilitas yang menarik. Misalnya di Museum Nasional, fasilitas seperti virtual reality dan augmented reality ditambahkan untuk mempermudah masyarakat mendapat informasi sekaligus memiliki pengalaman interaksi

"Dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum membantu kegiatan pameran dan aktivitas edukasi di museum-museum. Kami mencoba mengupayakan museum dapat berlajan dengan baik dengan masyarakat," kata Dedah seperti dilansir Bisniswisata.co.id, Ahad (19/05/2019).

Untuk menyebarkan informasi acara dan edukasi kepada masyarakat, museum-museum juga diwajibkan mengelola akun media sosial. Menurut Dedah media sosial berperan sangat besar untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Dalam waktu dekat ada Museum Bahari Jakarta yang melaksanana pameran, seminar, dan lomba yang diselenggarakan sejak 19 Mei-31 Juni 2019. Kemudian Dedah menyebutkan akan pameran dan edukasi museum kesejarahan dari Kemendikbud di Cirebon.

Pada 12 Oktober 2018 juga akan diperingati Hari Museum Nasional. Pada momen tersebut banyak museum yang akan menyelenggarakan acara dan edukasi menarik untuk masyarakat.

Di Jakarta banyak museum-museum yang wajib dikunjungi, selain sebagai tempat liburan yang menyenangkan, Museum juga dapat memberikan edukasi lebih bagi anak-anak sekolah. Dan kini masuk museum gratis lho, ini kesempatan emas untuk berwisata museum. Museum di Jakarta antara lain:

#. Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah
Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah atau Museum Batavia terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung ini dulu sebuah Stadhuis (bahasa Belanda untuk Balai Kota) dibangun tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunannya menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat, bangunan sanding sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah dipakai sebagai penjara.  Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

#. Museum Tekstil
Meseum Tekstil di Jalan Aipda K.S. Tubun No.4,Tanah Abang, Jakarta Pusat. Museum ini dibuka 28 Juli 1976 dan berdiri menempati gedung tua di atas areal seluas 16.410 meter persegi. Museum Tekstil sebuah cagar budaya yang secara khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya-karya seni berkaitan pertekstilan Indonesia. Meseum ini terbesar di Indonesia memiliki koleksi sekitar 1.000 buah. Keistimewaan museum ini terletak pada koleksi-koleksinya yang kebanyakan merupakan koleksi tekstil tradisional Indonesia.

#. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, tepatnya di seberang Museum Sejarah Jakarta yang memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia. Gedung dibangun pada 12 Januari 1870 awalnya digunakan Pemerintah Hindia-Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI.

#. Museum Joang 45
Museum Joang 45 di Jalan Menteng Raya No.31, RT.1/RW.10, Kebon Sirih, Menteng menyimpan koleksi sejarah otentik mengenai gerakan para pemuda dalam mendorong Soekarno dan Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Kekuatan hati dan kesungguhan para pemuda--seperti yang digambarkan dalam koleksi museum ini, semata-mata bertujuan untuk meraih satu cita-cita yaitu kehidupan bermartabat sebagai sebuah bangsa yang bebas.

#. Museum Wayang
Museum Wayang di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, yang tampak unik dan menarik ini beberapa kali mengalami perombakan. Awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) dan dibangun pertama kali tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur gempa bumi. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung Museum Wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975.

#. Museum Nasional
Museum Nasional Republik Indonesia atau lebih dikenal Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat Nomor 12. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Cikal bakal museum ini lahir tahun 1778, tepatnya tanggal 24 April, pada saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia). J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan itu, menyumbang sebuah gedung yang bertempat di Jalan Kalibesar beserta dengan koleksi buku dan benda-benda budaya yang nanti menjadi dasar untuk pendirian museum.

#. Museum MH Thamrin
Museum MH Thamrin Jakarta merupakan salah satu museum di Jakarta yang letaknya masuk ke sebuah jalanan kecil, tepatnya berada di Gang Kenari II. Oleh sebab itulah meskipun terbilang sering melewati Jl. Kramat Raya, sangat lama saya tidak tahu menahu akan keberadaan museum ini.  Gedung Museum MH Tamrin ini dulu digunakan sebagai tempat Kongres Partai Nasional Indonesia pada 1928, Kongres Persatuan Arab Indonesia pada 1935, Kongres Gabungan Partai Indonesia pada 1939, serta sebagai tempat pendidikan perguruan rakyat. Peresmian sebagai Gedung Museum MH Thamrin terjadi pada 11 Januari 1986, setelah pada 1972 ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya.

#. Museum Taman Prasasti
Museum ini di Jalan Tanah Abang No. 1, seluas 1,2 ha merupakan museum terbuka menampilkan karya seni masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan. Museum ini merupakan sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Beberapa koleksi di mesium ini adalah prasasti dari zaman Belanda dan akam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda Seperti A.V. Michiels (tokoh belanda di perang Buleleng), Dr. H.F. Roll (pendiri STOVIA) dan J.H.R. Kohler (Tokoh Operasi Belanda di Aceh).

#. Museum Satria Mandala
Museum Satria Mandala terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto no.14, Jakarta Selatan. Museum Satria Mandala adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia. Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno. di dalam mesium terdapat beberapa benda unik peninggalan perang seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang.

#. Museum Kebangkitan Nasional
Museum Kebangkitan Nasional terletak di jalan Abdurrahman Saleh No.26, sebelum RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo. Dalam perjalanannya, gedung tersebut selalu beralih fungsi, sempat menjadi sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen disingkat STOVIA. Di dalam museum terdapat beberapa koleksi sebanyak 2.042 buah anatara lain oto, lukisan, patung, diorama, peta/maket/sketsa, angunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian dan senjata.

#. Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution
Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution terletak di jalan Teuku Umar No. 40, Jakarta Pusat. Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution juga dikenal sebagai Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution merupakan salah satu museum pahlawan nasional yang terbuka untuk umum dari hari Selasa hingga hari Minggu, dari pukul 08:00 hingga pukul 14:00 WIB. Museum ini semula adalah kediaman pribadi dari Pak Nasution yang ditempati bersama dengan keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD tahun 1949 hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000.

#. Museum Bahari
Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Buka dari 09.00 - 15.00 WIB, dari Selasa hingga Minggu. Pada hari libur sekolah, museum tetap dibuka. Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia. Di dalam museum terdapat beberapa koleksi antara lain jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Sedikitnya ada 126 koleksi benda-benda sejarah kelautan.

#.  Museum Adam Malik
Museum Adam Malik terletak di Jalan Diponegoro No.29 Jakarta Pusat. Mulanya merupakan tempat tinggal Mantan Wakil Presiden RI Adam Malik. Diresmikan tanggal 5 September 1985 (satu tahun setelah Adam Malik wafat) oleh Ibu Tien Soeharto. Dalam rumah yang kini telah dijadikan museum ini tersimpan berbagai benda bersejarah, terdiri dari 13 jenis koleksi yaitu lukisan, ikon Rusia, lukisan Cina, keramik, buku-buku, senjata tradisional, patung batu dan perunggu, ukiran kayu, batu permata, emas, tekstil, kristal, dan alat fotografi. di dalam terdapat terdapat seperangkat kursi gaya Eropa dan lemari Cina, seekor harimau yang sudah diawetkan serta dilengkapi pula dengan tiga buah lonceng antik. 0 ERZ
Berita Lainnya
Senin, 27 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019
Minggu, 12 Mei 2019
Sabtu, 11 Mei 2019
Rabu, 08 Mei 2019