Minggu, 26 Mei 2019 08:39:03

Rusuh 22 Mei, Polri Tetapkan 11 Tersangka Provokator

Rusuh 22 Mei, Polri Tetapkan 11 Tersangka Provokator

Beritabatavia.com - Berita tentang Rusuh 22 Mei, Polri Tetapkan 11 Tersangka Provokator

Polri menetapkan 11 tersangka  kerusuhan 22 Mei di sekitar Gedung Bawaslu tepatnya Kampung Bali, Jakarta Pusat. Mereka disangka polisi ...

 Rusuh 22 Mei, Polri Tetapkan 11 Tersangka Provokator Ist.
Beritabatavia.com -
Polri menetapkan 11 tersangka  kerusuhan 22 Mei di sekitar Gedung Bawaslu tepatnya Kampung Bali, Jakarta Pusat. Mereka disangka polisi melakukan provokasi untuk membuat kerusuhan. Kesebelas orang tersangka punya peran berbeda saat terjadi rusuh 22 Mei.

Sebelas nama tersangka dan perannya: A alias Andri Bibir berperan mengumpulkan batu dengan menggunakan tas ransel dan membawa air dengan jeriken. Juga Mulyadi, Arya, Asep, Marzuki,  Radiansyah (kelimanya pelempar batu).

Yusuf (pelempar batu, botol kaca dan bambu). Julianto (pelempar batu, botol kaca, molotov dan bambu), Andi (memberikan air minum kepada pendemo), Saifudin (pelempar batu, botol kaca dan bambu) serta  Markus disebut melempar batu, botol kaca dan bambu

Ketika menjelang malam, provokasi sudah didesain perusuh, mulai antara lain benda keras, batu, paving block, petasan, serta macam barang bukti kami hadirkan. Ada bambu sudah dipersiapkan settingan kelompok tersebut, demo yang tadinya damai menjadi rusuh, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya, Ahad (26/5)

Dilanjutkan, sebelas tersangka rusuh aksi 22 Mei itu tergabung dalam satu kelompok yang di antaranya beranggotakan A alias Andri Bibir. Andri ditangkap bersama rekannya antara lain Mulyadi, Arya, Asep, Masuki, Robiansyah, M Yusuf, Andi, Syahfudin, Jufriansyah, dan Markus.

Dedi menyebut sebelas tersangka itu memiliki peran tersendiri saat kericuhan berlangsung. Andri Bibir bertugas mengumpulkan batu dan membawa dua jerigen air yang fungsinya mencuci mata pelaku apabila mereka terkena gas air mata, kata Dedi

Tersangka Andi bertugas menyiramkan air ke pelaku serta memberi mereka minuman saat kerusuhan Jakartaberlangsung.
Saat ini, Dedi mengatakan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan, termasuk mendalami motif sebelas tersangka kericuhan tersebut.

A alias Andri Bibir, yang ditangkap di Kampung Bali, Tanah Abang. Andri berperan mengumpulkan batu agar diberikan kepada perusuh untuk melempari aparat kepolisian.  Ini prakarsa orang dalam satu area, salah satunya saudara A atau Andri Bibir. Andi mengumpulkan batu dengan menggunakan tas ransel, batu itu disuplai ke temannya 11 orang. Habis cari lagi kirim lagi, dan lempar lagi, kata Dedi.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku adalah bambu, jeriken, celana, botol kaca, batu, dan handphone. Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Afiliasi ISIS

Polri memeriksa keterangan 41 tersangka pelaku ricuh 22 Mei 2019 yang diduga berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS. Polri menduga kelompok tertentu yang berafiliasi dengan ISIS itu menunggangi aksi massa damai pada 21-22 Mei 2019 di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sampai dengan hari ini masih 41 tersangka yang sedang dimintai keterangan aparat, tambahnya.

Hingga saat ini, Polri melalui Densus 88 tetap melakukan upaya pencegahan agar pelaku teror tidak memanfaatkan momentum di bulan suci Ramadhan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Kamis (23/5), mengatakan telah memperoleh informasi dari hasil penangkapan terhadap dua tersangka warga luar Jakarta.

Tersangka yang tertangkap merupakan bagian kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang pernah menyatakan sebagai pendukung ISIS. Berdasarkan keterangan kedua tersangka itu, lanjut Iqbal, keduanya memang berniat untuk jihad pada unjuk rasa pada 21-22 Mei.

Iqbal menambahkan, kelompok Garis merupakan salah satu perusuh aksi damai di depan Bawaslu. Artinya, mereka bukan bagian dari massa spontanitas. Kemudian, Polri menyita sebuah ambulans milik kelompok Garis yang ditemukan terparkir di belakang Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu, 22 Mei 2019.

Ambulans itu diketahui berisi uang dan sejumlah busur panah dan bambu runcing. Namun, pihaknya tidak menyebut nominal uang yang disita dari ambulans tersebut. Sebelumnya, Polri melalui Densus 88 menangkap 31 terduga teroris selama bulan Mei 2019.

Total keseluruhan terduga teroris yang ditangkap sejak Januari 2019 sebanyak 70 tersangka. Teroris tersebut berasal dari jaringan yang berbeda, di antaranya yaitu Mujahidin Indonesia Timur, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung, JAD Bekasi, JAD Jawa Tengah, JAD Sibolga, dan jaringan Fikih Abu Hamzah. Semua jaringan itu memiliki satu target yang sama, yaitu meledakkan bom di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. 0 NNN

Berita Lainnya
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020