Sabtu, 08 Juni 2019

Giliran Penyebar Hoaks Ratna Dibidik Polisi

Giliran Penyebar Hoaks Ratna Dibidik Polisi

Beritabatavia.com - Berita tentang Giliran Penyebar Hoaks Ratna Dibidik Polisi

Kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, terus berlanjut. Setelah pelaku utama diadili, kini giliran penyebar hoaks Ratna mulai dibidik ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, terus berlanjut. Setelah pelaku utama diadili, kini giliran penyebar hoaks Ratna mulai dibidik polisi. Buktinya setelah Hanum Rais diperiksa, Polda Metro Jaya bakal mengembangkan kasusnya dengan memeriksa pihak lain yang ikut menyebarkan hoaks penganiayaan Ratna.
 
"Arah pengembangannya berkaitan dengan yang menyebarkan berita bohong. Selanjutnya, kemungkinan bisa ya (memeriksa pihak lain yang turut menyebarkan hoaks penganiayaan Ratna)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 7 Juni 2019.
 
Menurut Argo, penentuan sosok saksi yang akan diperiksa selanjutnya ada di tangan penyidik. Pengembangan kasus, wewenang penyidik. "Tentunya penyidik yang akan mengembangkan," ujar Argo.

Ratna akan menghadapi sidang pleidoi pada Selasa, 18 Juni 2019. Menghadapi sidang pembelaan itu, ia telah menyiapkan dua hal. "Persiapannya itu ada dua yang akan diajukan. Pertama adalah pembelaan oleh Ratna Sarumpaet maksudnya pembelaan secara pribadi, selanjutnya pembelaan dari kuasa hukum," kata Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin saat dikonfirmasi.
 
Insank menyebut dalam sidang pleidoi, Ratna akan mengajukan pembelaan terkait dirinya berbohong dan tekanan-tekanan yang dia terima atas kebohongannya. Sementara itu, kuasa hukum akan membela secara fakta hukum.
 
Menurut dia, dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) tentang keonaran tidak terbukti dalam persidangan. Pasalnya, kebohongan yang ditimbulkan Ratna tidak menimbulkan keonaran. "Meski sempat ada aksi demonstrasi menuntut polisi menyelesaikan kasus pemukulan Ratna di Polda Metro Jaya, tapi itu bukan bentuk keonaran," tutur dia.
 
Dijelaskan, demontrasi itu hanya dilakukan oleh 20 orang. Salah satu bukti tidak bisa dikatakan sebagai keonaran karena jumlahnya sedikit. "Lalu, di media sosial sendiri yang cuitan silang pendapat itu juga disebut jaksa sebagai keonaran. Sementara, ahli dari Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sendiri menyebut tidak ada keonaran di media sosial," beber Insank.
 
Untuk itu, Insank yakin kliennya akan terbebas dari tuntutan jaksa dan mendapatkan vonis bebas di akhir persidangan. "Harapannya Bu Ratna lepas dari tuntutan hukum," pungkas dia.
 
Sebelumnya, JPU menilai Ratna Sarumpet terbukti bersalah atas kasus hoaks. Dia dituntut 6 tahun penjara. Ratna dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia dinilai telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. 0 MIO
Berita Lainnya
Rabu, 09 Oktober 2019
Selasa, 08 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
Sabtu, 05 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019