Jumat, 14 Juni 2019

Warga Malaysia Kirim Paket Mesin Ice Maker Isi Sabu

Warga Malaysia Kirim Paket Mesin Ice Maker Isi Sabu

Beritabatavia.com - Berita tentang Warga Malaysia Kirim Paket Mesin Ice Maker Isi Sabu

Berbagai modus diterapkan untuk menyelundupkan narkoba jenis sabu. Modus terbaru mengirim paket berupa mesin Ice maker berukuran sebesar kulkas dari ...

Ist.
Beritabatavia.com - Berbagai modus diterapkan untuk menyelundupkan narkoba jenis sabu. Modus terbaru mengirim paket berupa mesin Ice maker berukuran sebesar kulkas dari Malaysia, namun didalamnya berupa sabu sebanyak 30 bungkus yang dikemas dalam kantong teh China Berkat kejelian petugas Bea Cukai yang berkordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, kasus penyelundupan sabu berhasil digagalkan.

"Dua orang warga negara Malaysia berinisal MJ alias Gordon dan AT alias Jack, serta 1 Warga Indonesia berinisial DW kita amankan. Modusnya menyelundupkan sabu di mesin mixer ice melalui ekspedisi laut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda, Kamis (12/6/2019)

Argo Yuwono didampingi Kasubdit II AKBP Doni Alexander dan Dwi Teguh (Bea Cukai Tanjung Priok) memngungkapkan adanya informasi dari masyarakat bahwa  ada paket barang yang mencurigakan yang diduga terdapat barang yang terlarang.  Informasi itu ditindaklanjuti secara serius. Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang dikomandoi AKBP Doni membentuk tim khusus untuk bergerak mengusutnya.

Kasus ini bermula pada 28 Mei 2019, DW berada di PT Lautan Tirta Transportama Jakarta Utara. Untuk melakukan pengurusan barang di gudang jasa pengiriman barang. Setelah selesai pengurusan, kemudian barang Mesin Ice Maker dibawa menggunakan truk menuju gudang dalam ruko ke Tangerang.

Saat hendak dimasukkan ke gudang, polisi pun mengerebek dan membongkar paket kiriman itu, ternyata di dalamnya ada narkoba jenis sabu. "Pertama kali yang ditangkap DW di Ruko Jl. Halim Perdana Kusuma Jurumudi Baru Kec. Benda No.53 AA Kota Tangerang. DW tak berkutik saat ditangkap dan tidak melakukan perlawanan," paparnya.

Atas pengembangan kasus tersebut, kemudian polisi menangkap AT alias Jack yang memantau di seberang gudang penyimpanan. "Setelah dilakukan pengembangan didapati keterangan bahwa AT alias Jack bekerja atas perintah MJ alias Gordon. MJ ditangkap di bandara Soekarno Hatta hendak kabur ke Singapura," tambah Argo.

Barang bukti yang diamankan narkotika jenis Sabu sebanyak 30 bungkus plastik teh Cina dengan berat brutto 31.794 Kilogram. Tersangka dikenakan pasal Pasal 113 subsider 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman seumur hidup.

Selain itu Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu asal Malaysia sebanyak 5 Kg, yang hendak dikirimkan ke Pamekasan, Madura. Sabu sebanyak itu disembunyikan dalam dua ember cat tembok. Lewat control delivery, petugas Polda Metro membekuk seorang tersangka yakni IM alias Sarintem di Pamekasan, Madura, selaku penerima paket sabu dari Malaysia itu pada 2 April lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, awalnya, pihaknya menerima informasi dari Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara bahwa diduga ada paket barang mencurigakan yang diduga narkoba.

Paket berupa ember cat 20 kg sebanyak 2 buah. "Kami kemudian berkordinasi dengan Bea dan Cukai serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap paket itu. Dari pemeriksaan paket berasal dari Malaysia dengan pengirim bernama Sarimah dan penerima Sarinten dengan alamat tujuan Kelurahan Kampung, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur," katanya.

Paket kata Argo dikirimkan mengunakan jasa Pengiriman barang PT JPI. Dari pemeriksaan kata dia dipastikan paket mencurigakan tersebut berisi narkotika jenis sabu. "Tim kemudian melakukan control delivery terhadap paket, yang dikirim ke Pamekasan itu," katanya.

Saat jasa pengiriman barang JPI mengantar paket dua ember cat itu yang akan diambil penerima barang di Jalan Raya Tamberu, Dusun Timur Daya, Kapong Batu Marmar, Pamekasan, Jawa Timur. "Saat itulah tersangka IM datang mengambil paket yang berisi sabu tersebut, dan langsung kami amankan," kata Argo.

Dari keterangan IM alias Sarintem katanya ia menerima sabu atas perintah Saliman yang berada di Malaysia. "Saliman ini telah memberitahu ke IM, 5 hari sebelumnha bahwa akan datang paket berisi sabu," kata Argo.

Menurut Argo, dari pengakuannya IM diberi upah Rp 1 Juta untuk mengambil barang berisi sabu tersebut. "Kami masih dalami lagi untuk mengembangkan kasus ini. Juga, bekerjasama dengan interpol dan Polisi Diraja Malaysia untuk membekuk pengirim sabu ke Madura." sambungnya. 0 END

Berita Lainnya
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Kamis, 29 Agustus 2019