Sabtu, 15 Juni 2019

Kapten Pencuri Ratusan Motor Tewas di Dor

Kapten Pencuri Ratusan Motor Tewas di Dor

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapten Pencuri Ratusan Motor Tewas di Dor

Kasus pencurian motor (curanmor) diiringi pencurian kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Bekasi, Bogor dan Tangerang berhasil dibongkar Unit I ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kasus pencurian motor (curanmor) diiringi pencurian kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Bekasi, Bogor dan Tangerang berhasil dibongkar Unit I Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Tiga orang ditangkap, bahkan sang kapten Agus alias Bilung (32) tewas didor karena melakukan perlawanan. Sedangkan dua orang lainnya Junaedi alias Aceng (30) dan Hengky (38) ditembak kakinya.

"Dua orang anggota komplotan asal Lampung Timur ini, Jon dan Ucok hingga kini masih dalam pengejaran dan dinyatakan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), lebih baik menyerahkan diri ketimbang diambil tindakan tegas yang terukur," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta, Sabtu (15/06/2019).

Dijelaskan, laporan kasus curanmor dan curas di wilayah Bekasi jumlahnya terus bergerak naik. Polres Bekasi meminta bantuan Polda Metro Jaya untuk membantu mengungkapkannya. Laporan itu langsung ditindaklanjuti Tim Resmob yang bergerak berdasarkan data, keterangan saksi, dan CCTV terkait pelakunya.

Sindikat curanmor ini kerap beroperasi di Pondok Gede, Bekasi. Tangerang dengan sasaran pemilik motor yang menaruh kendaraannya di tempat parkir pertokoan, perkantoran. Hasilnya polisi melakukan pengejaran hingga ke Lampung Timur tepatnya di daerah Tebing.

Pelaku pertama yang ditangkap adalah Junaedi yang tengah nongkrong di pinggir jalan. Junaedi ini dalam menjalani aksi jahatnya bertindak sebagai pengemudi motor. Pelaku kedua yang dibekuk Hengky juga sebagai driver dan terakhir Agus alias Bilung, sang kapten curanmor yang selalu membawa senjata api rakitan lengkap dengan butir pelurunya.

"Agus ditangkap saat menghadiri hajatan pernikahan anggota keluarganya. Penangkapan Agus berjalan mulus tanpa melakukan perlawanan. Namun saat diminta menunjukkan anggota komplotan lainnya, Agus selalu berbohong bahkan melakukan perlawanan kepada polisi sehingga diambil tindakan tegas yang terukur," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Dikatakan, sindikat yang didalangi Agus ini selalu beroperasi di wilayah Bekasi dan Pondok Gede, karena di wilayah lain sudah ada tim lain, jadi setiap sindikat sudah ada tempat atau wilayah operasi," jelasnya.

Pengakuan Junaedi dam Hengky sudah bergabung dalam sindikat ini selasa setahun dengan sasaran sekitar 6 sampai 7 motor per hari dan dalam setahun bisa mencapai 100 motor lebih yang dicuri. Hasil curian dijual di daerah Sumedang dan Pangandaran Ciamis dengan harga sekitar 2 juta rupiah. Hasil penjualan motor dibagi bersama.

"Ternyata Junaedi dan Hengky merupakan residivis dalam kasus curanmor dan pernah ditahan. Saat ini kami kosentrasi memburu dua pelaku lainnya yang melarikan diri," papar Kombes Argo.

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta 5 butir selongsong peluru, HP dan kartu identitas diri para pelaku. Atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pencurian dengan pemberatan. Para dikenakan Pasal 365 dan 363 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU darurat RI No 12 Tahun 1951 dengan ancama hukuman 20 tahun penjara. 0 END
Berita Lainnya
Senin, 01 Juli 2019
Minggu, 30 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Sabtu, 22 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019