Beritabatavia.com -
Setelah Jalan RE Martadinata ambles sedalam 7 meter, kini giliran dermaga Pelabuhan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara diketahui ambles sedalam 20 cm dan sepanjang 167 meter.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Nugroho yang dihubungi petang mengakui dermaga yang turun itu ada di sebelah Utara dan baru diketahui beberapa hari ini, setelah amblasnya Jalan RE Martadinata.
Namun demikian belum diketahui persis penyebab penurunan dermaga di pelelangan ikan ini, apakah faktor alam alias memang tanahnya yang turun atau air pasang lautnya yang tinggi.
Untuk menghindari adanya korban jiwa, atau semakin amblesnya dermaga tersebut, pihak UPT telah melarang truk masuk ke area dermaga, termasuk kendaraan yang mempunyai beban berat berlebihan.
Kita sudah laporkan ke pimpinan dan rencananya tahun ini akan dibangun break water atau pemecah gelombang sepanjang 400 meter lari sehingga gelombang laut tidak bisa langsung menghantam dermaga itu, ujar Nugroho.
Sedangkan untuk perbaikan dermaga itu sendiri, direncanakan tahun depan karena harus diusulkan dahulu anggarannya. Yang pasti kita akan benahi kembali dermaga yang ambles, katanya.
Menurutnya, selain dermaga yang turun, juga beberapa tanggul di bibir pantai/laut mulai banyak yang rembes. Akibatnya jika air laut naik sedikit saja, masuk ke daratan melalui rembesan tanggul.
Saat ini, Pelabuhan ikan Muara Angke, Penjaringan, kerap kali kebanjiran laut air pasang setinggi 50 cm hingga 1 meter. Kendati banjir sudah menjadi makanan sehari-hari, namun kegiatan pelelangan ikan dan bongkar muat kapal tetap berjalan lancar.
Salah satu penyebab lainnya juga, kata Nugroho, karena jembatan yang berada di pintu masuk sudah rapuh dan bertumpuk banyak sampah.O ant/brn