Senin, 24 Juni 2019

Bupati Purworejo Didesak Jelaskan Kunjungannya ke Belanda & Swedia

Bupati Purworejo Didesak Jelaskan Kunjungannya ke Belanda & Swedia

Beritabatavia.com - Berita tentang Bupati Purworejo Didesak Jelaskan Kunjungannya ke Belanda & Swedia

Kunjungan Bupati Purworejo dan rombongan ke Belanda dan Swedia pada 16 -22 Juni lalu dengan alasan napak tilas sejarah dan memenuhi undangan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Kunjungan Bupati Purworejo dan rombongan ke Belanda dan Swedia pada 16 -22 Juni lalu dengan alasan napak tilas sejarah dan memenuhi undangan sebuah perusahaan IT, menuai kritik dari berbagai pihak. Bupati Purworejo didesak untuk menjelaskan manfaat kunjungannya.

Ketua LSM Komando Bela Rakyat (KBR) Purworejo, Hery Priyantono, mengatakan, kepergian bupati dan empat delegasi itu dinilai tidak tepat. Menurutnya, kepergian bupati dan sejumlah pejabat ke Eropa itu terkesan seperti wisata menggunakan dana APBD. Sedangkan dana APBD fungsi dan tujuannya untuk membangun dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan lainnya yang bersifatnya lebih mendesak.

"Sementara banyak persoalan yang sedang dihadapi masyarakat di Purworejo, seperti lesunya daya beli berdampak pada kelangsungan usaha para pedagang kecil dan persoalan PPDB yang membuat susah dan menguras energi dan pikiran ribuan masyarakat Purworejo,yang akan mendaftarkan anak-anak nya pada tahun ajaran baru ini,karena adanya sistem zonasi," kata Hery.

Menurutnya, kepergian Bupati dan rombongan ke Eropa, bukan yang pertama kalinya,dan tercatat beberapa kali bupati dan pejabat lain bepergian ke luar negeri dengan berbagai dalih kunjungan. Hingga saat ini, hasil dari kunjungan sebelumnya tersebut dinilai juga tidak terlihat hasilnya.

"Pertanyaan saya, lalu tujuannya seperti apa dan mana hasilnya untuk Kabupaten Purworejo. Kunjungan kali ini ke Belanda dan Swedia sebaiknya bupati harus menjelaskan ke publik secara detail. Soal pembiayaan mereka pergi ke Belanda dan Swedia dan hasil yang diterima dari kunjungan tersebut . Termasuk kepergian delegasi itu apa sudah izin Mendagri atau belum. Kemudian harus dilaporkan ke publik secara rinci pula apa hasil dari kunker ke dua negara Eropa tersebut," lanjutnya.

Kritikan pedas juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Purworejo Fraksi Golkar, Imam Teguh Purnomo. Menurutnya kegiatan kunjungan kerja luar negeri yang kerap dilakukan oleh eksekutif perlu ditinjau ulang. Pasalnya, kegiatan tersebut hingga kini belum terasa manfaatnya secara nyata bagi kepentingan masyarakat.

"Ke depan bisa menjadi koreksi dan evaluasi  di setiap pembahasan anggaran yang diajukan eksekutif, supaya cermat betul untuk memberikan anggaran sesuai kepentingan yang lebih besar. Jangan sampai kebobolan lagi anggaran ratusan juta hanya digunakan untuk  wisata yang berkedok studi banding oleh bupati dan pimpinan DPRD," kritiknya.

Menanggapi hal tersebut Sekda Purworejo, Said Romadhon, yang juga ikut dalam rombongan,  mengatakan kunjungan tersebut bukan untuk sekedar  berwisata semata, namun memiliki misi demi kemajuan Purworejo.

Seperti diketahui, delegasi Kabupaten Purworejo dipimpin Bupati Agus Bastian melakukan kunjungan ke Swedia dan Belanda didampingi Ketua DPRD Luhur Pambudi, Sekda Said Romadhon, Kepala Bappeda Pram Prasetya Ahmad dan Kepala Dinparbud Agung Wibowo AP. Kunjungan 16 hingga 22 Juni 2019 lalu memakai dana APBD sebesar Rp 433.610.000. O yos


Berita Lainnya
Selasa, 09 Juli 2019
Senin, 08 Juli 2019
Sabtu, 06 Juli 2019
Jumat, 05 Juli 2019
Jumat, 05 Juli 2019
Rabu, 03 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019