Kamis, 27 Juni 2019

KPAI: Jangan Libatkan Anak-anak Demo Sengketa Pilpres

KPAI: Jangan Libatkan Anak-anak Demo Sengketa Pilpres

Beritabatavia.com - Berita tentang KPAI: Jangan Libatkan Anak-anak Demo Sengketa Pilpres


Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan ultimatum agar tidak melibatkan anak-anak dalam proses pengawalan keputusan sidang ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan ultimatum agar tidak melibatkan anak-anak dalam proses pengawalan keputusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 yang akan digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (27/6/2019).

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan, pada 22 Mei 2019 lalu anak-anak yang sejatinya mendapatkan perlindungan, malah menjadi korban dari penyalahgunaan kepentingan politik. "Hingga kini ada sebanyak 41 anak dari korban kerusuhan tengah mendapat penanganan dari Kementerian Sosial (Kemensos)," kata Jasra Putra saat dikonfirmasi pada Rabu (26/6/2019).

Jasra menerangkan, KPAI bersama pihak terkait lainnya tengah mendorong penyelesaian kasus itu dan melakukan pengawasan bersama agar tidak terjadi kembali peristiwa seperti 22 Mei 2019 lalu."KPAI bertemu dengan Komnas HAM, Ombudsman, LPSK dan Komnas Perempuan terkait permasalahan ini," terangnya.

Terakhir KPAI mengimbau bagi seluruh orang tua agar tidak acuh saat anak meninggalkan rumah, guna meminimalisir terjadinya kejadian serupa, apalagi saat ini anak-anak sedang berada pada masa libur sekolah."Diharapkan orang tua juga membantu mengingat saat ini sedang masa liburan," ucapnya.

Sementara Polisi menerima 10 surat pemberitahuan aksi mengawal Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (26/5/2019). Hari ini, MK akan membacakan keputusan hasil sidang sengketa Pilpres 2019. Sepuluh surat itu datang dari berbagai elemen masyarakat, yakni GISS, GMJ, FCM, Ormas Islam 212, MMUA, LPI, FPI, GNPF, GRANAT Cijantung, dan Alumni UI.

Karo penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetya mengatakan surat itu sudah diterima Polda Metro Jaya. "Massa akan diarahkan ke sekitar Patung Kuda," ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengimbau masyarakat untuk tertib dalam berunjuk rasa. Polisi akan mengambil tindakan tegas bila ada yang melakukan provokasi.

"Saya tentunya mengharapkan pengunjuk rasa untuk ingat aturan-aturan itu. Kalau ada yang mengganggu ketertiban publik, jalan umum, hak asasi orang lain, mengganggu persatuan dan kedamaian, menghujat, menyampaikan sesuatu yang palsu atau hoaks kebencian dan lain-lain, kita akan tindak kalau itu dilanggar," ujarnya.0 KAY



Berita Lainnya
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Selasa, 24 September 2019