Rabu, 03 Juli 2019 12:39:27

Mengkhawatirkan Udara di Jakarta

Mengkhawatirkan Udara di Jakarta

Beritabatavia.com - Berita tentang Mengkhawatirkan Udara di Jakarta

ISU polusi udara Jakarta ramai dibicarakan beberapa hari terakhir. Data AirVisual dikeluarkan 25 Juni 2019, polusi udara di Jakarta masuk kategori ...

Mengkhawatirkan Udara di Jakarta Ist.
Beritabatavia.com - ISU polusi udara Jakarta ramai dibicarakan beberapa hari terakhir. Data AirVisual dikeluarkan 25 Juni 2019, polusi udara di Jakarta masuk kategori sangat mengkhawatirkan. Saat itu, indeks kualitas udara di Jakarta tercatat 164, masuk kategori tidak sehat (151-200). Dubai, New Delhi, dan Santiago ialah kota yang pencemaran udaranya terburuk di dunia. Adapun Jakarta di posisi keempat.

Kualitas udara Kota Jakarta memang sudah masuk kondisi tidak sehat sejak 2012. Menggunakan metode pengukuran apa pun, hasilnya tetap sama, kualitas udara di Jakarta tidak sehat, papar Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPPB), Ahmad Safruddin, di Jakarta, kemarin.

AirVisual menggunakan dispersion model berdasarkan data dari proyeksi satelit untuk menggambarkan situasi pencemaran udara. Hanya, di beberapa titik dikombinasi dengan data hasil pemantauan kualitas udara, tambahnya.

Sejak 2012, rata-rata tahunan parameter PM10 dan PM 2,5, S02 (sulfur dioksida) melampaui baku mutu nasional. Jika memakai pedoman baku mutu WHO, kondisi udara di Jakarta dalam kondisi tidak sehat sepanjang tahun.

Kami tidak pakai data AirVisual dan Greenpeace yang dari awal memang kontroversial, tapi kami pakai data hasil pemantauan kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI dan Kedubes AS. Hasilnya sama, melampaui baku mutu dan tidak sehat, ujar Ahmad.

Kendaraan bermotor, baik pribadi maupun umum, berkontribusi terhadap polusi udara sebanyak 47%. Berikutnya ialah industri sebesar 22%, debu jalanan 11%, domestik atau rumah tangga 5%, pembakaran sampah 5%, dan proses konstruksi 4%. KPBB meminta Gubernur DKI Jakarta melakukan pengelolaan lalu lintas dan angkutan jalan raya seefektif mungkin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kualitas udara DKI Jakarta buruk disebabkan menjelang datangnya musim kering. Perlu saya sampaikan proyeksi cuaca di Indonesia dan di Pulau Jawa akan menghadapi musim kering. Musim kering ini telah berkontribusi terhadap bagaimana kondisi kualitas udara di Jakarta, kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, kemarin.

Selain menjelang musim kering, Anies mengakui kualitas udara di Jakarta kian memburuk karena kontribusi polusi kendaraan bermotor.
Karena itu, saya mengajak kepada warga Jakarta khususnya dan warga sekitar Jakarta, mari perbanyak menggunakan kendaraan umum, ujar Anies. 0 MIO






Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019