Rabu, 17 Juli 2019

Sistem E-TLE Dikritik

Sistem E-TLE Dikritik

Beritabatavia.com - Berita tentang Sistem E-TLE Dikritik

FORUM Rakyat Miskin Kota (FRMK) mengkritisi sistem E-TLE karena dinilai berpotensi menyusahkan rakyat kecil, terutama yang kerjanya berhubungan ...

Ist.
Beritabatavia.com - FORUM Rakyat Miskin Kota (FRMK) mengkritisi sistem E-TLE karena dinilai berpotensi menyusahkan rakyat kecil, terutama yang kerjanya berhubungan dengan telepon seluler dan GPS di ibukota.

Untuk itu mereka berencana menggeruduk gedung Polda Metro Jaya, Kamis 18 Juli 2019 guna mendesak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menghentikan sistem E-TLE karena dinilai belum matang. "Jangan Jadikan E-TLE Sebagai Ajang Pencitraan. Karena Kehadiran E-TLE dan fitur-fitur tambahan penindakannya berpotensi ancam ekssitensi perekonomian rakyat kecil," kata Kordinator FRMK, Aldo di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Ia pun mewanti-wanti agar sistem itu tak sengaja dibuat untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sebab, dengan sistem ini maka akan mudah menilang masyarakat yang belum tentu salah. "Namanya ciptaan manusia pasti ada kurangnya, tidak sempurna. Jika kita tidak salah terus ditilang, apa itu tidak merugikan kita?," ujarnya.

Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir menanggapi santai mengenai program E-TLE tersebut.  "Ya program ini sudah banyak mendapat apresiasi dan dukungan publik dalam upaya menjaga kamseltibcar Lantas," ucapnya.

Selain itu, kamera tilang elektronik (e-TLE) bisa membantu pemburuan kriminalis. Kendaraan para pelaku kejahatan itu terekam kamera canggih ini. "Kamera ini di samping untuk pelanggaran lalu lintas juga bisa dimanfaatkan terhadap jenis-jenis kegiatan kejahatan yang memacu tindak pidana. Juga pelarian kendaraan yang melintas di jalur tersebut ketika kejahatan terjadi di lain tempat,"

Menurutnya, seluruh kendaraan yang terekam kamera e-TLE akan diseleksi petugas di TMC Polda Metro Jaya. Petugas itu, bisa mencocokkan data dengan kendaraan yang terekam. "Jika identitas kendaraannya terpenuhi, dapat membantu mengungkap identifikasi kejahatan yang terjadi di lingkungan kawasan Jakarta," ungkap Nasir.

Diakui kamera canggih itu baru bisa mendeteksi pelat nomor kendaraan asal Jakarta. Namun, kendaraan di luar pelat Jakarta yang ikut terekam melanggar lalu lintas juga ditindak. "Untuk pelat kendaraan luar Jakarta, kita sudah bersurat ke Korlantas Polri dilakukan integrasi penanganan. Jadi, ada tanggung jawab di masing-masing wilayah untuk menangani pelanggaran lalu lintas tersebut," tegasnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan Senin, 1 Juli 2019.

Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.

Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada. 0 DAY




Berita Lainnya
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Selasa, 24 September 2019