Rabu, 17 Juli 2019

Tipu Konsumen, Dirut Apartemen JKT Living Star Cibubur Dipolisikan

Tipu Konsumen, Dirut Apartemen JKT Living Star Cibubur Dipolisikan

Beritabatavia.com - Berita tentang Tipu Konsumen, Dirut Apartemen JKT Living Star Cibubur Dipolisikan

Puluhan konsumen apartemen JKT Living Star Cibubur, melaporkan pengembang PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, ke Polda Metro Jaya, Rabu (17/7). Wu ...

Ist.
Beritabatavia.com - Puluhan konsumen apartemen JKT Living Star Cibubur, melaporkan pengembang PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, ke Polda Metro Jaya, Rabu (17/7). Wu Wei sebagai Direktur Utama merupakan WN China dan dilaporkan atas dugaan penipuan.

Laporan dugaan penipuan yang dilakukan pihak pengembang tercatat dalam Nomor: TBL/4303/VII/2019/Dit.Reskrimum, tertanggal 17 Juli 2019. Kerugian konsumen dari kasus penipuan tersebut mencapai Rp 2,5 miliar.

Jumlah tersebut bisa semakin besar lantaran banyak konsumen yang membeli belum mengetahuinya. Ke-27 konsumen tersebut mengaku sudah menyetor dana pembayaran apartemen ke pihak pengembang sejak 2017 sebesar Rp 100 Juta sampai Rp 350 Juta.

Terlapor Wu Wei yang saat ini tinggal di Indonesia rencananya akan membangun apertemen di kawasan Cibubur di Jalan Lapangan Tembak Nomor 10, RT04/04, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun sampai kini, 5 tower apartemen memiliki 28 lantai itu belum juga dibangun dan masih hamparan tanah kosong.

Kuasa Hukum konsumen apartemen, Wilman Gultom, menjelaskan informasi resmi dari Diskominfo Pemprov DKI menyebutkan rencana pembangunan apartemen JKT Living Star tidak memiliki izin mulai dari IMB, Amdal, Amdal Lalin dan Sertifikat Layak Fungsi.

"Klien saya sudah menyetorkan dana pembelian unit apartemen ke rekening pengembang secara langsung masing-masing antara Rp 100 Juta sampai Rp 350 Juta," kata Wilman.

Menurut Wilman penawaran penjualan apartemen dibuka pada 2017 lalu saat peletakan batu pertama pembangunan. Sejak itu pula sebanyak 27 konsumen yang diwakilinya mulai melakukan pembayaran secara bertahap dengan uang DP yang besarnya bervariasi ke rekening pengembang.

"Saat penjualan, pengembang menjanjikan bahwa pembangunan konstruksi apartemen akan mulai 2017. Tapi nyatanya sampai beberapa waktu berjalan dan hingga kini tidak ada pembangunan sama sekali," ucap Wilman.

Wilman menuturkan pada November 2018, pihaknya mengirim surat ke Dinas Informatika dan Komunikasi DKI, mempertanyakan soal pembangunan apartemen JKT Living Star di Cibubur. Dari jawaban Diskominfo pada November 2018 bahwa apartemen JKT Living Star tidak memiliki izin mulai dari IMB, Amdal, Amdal Lalin, surat domisili dan sertifikat layak fungsi.

Atas informasi itu kata Wilman, para konsumen apartemen kaget dan mulai was-was menjadi korban penipuan pihak pengembang. "Apalagi izin kantor marketing galeri yang ada di sana juga ternyata tidak ada izinnya," kata Wilman.

Konsumen kemudian mengajak pengembang untuk mediasiĀ  pada Januari 2019. Namun dua kali undangan mediasi diabaikan pengembang. Setelah itu kata Wilman pihaknya melakukan somasi. "Somasi pertama dan kedua juga diabaikan pengembang," kata Wilman.

Akhirnya kata Wilman, pihaknya dan para konsumen dipanggil pihak pengembang pada April 2019. "Pertemuan para konsumen dengan pengembang saat itu mengalami kebuntuan. Sebab tuntutan para konsumen agar seluruh uang mereka dikembalikan tidak dapat dipenuhi pengembang," kata Wilman.

Pengembang kata Wilman hanya bersedia mengembalikan dana sekitar 20 persen sampai 30 persen dari total dana yang sudah dibayarkan konsumen. "Tentunya para konsumen tidak mau hanya sebagian kecil saja uang mereka yang dikembalikan," tukas Wilman usai melapor di SPKT Polda Metro Jaya. 0 PKO
Berita Lainnya
Minggu, 11 Agustus 2019
Sabtu, 10 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019
Kamis, 01 Agustus 2019