Rabu, 24 Juli 2019

Pemasok Sabu Pelawak Nunung Diringkus di Bogor

Pemasok Sabu Pelawak Nunung Diringkus di Bogor

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemasok Sabu Pelawak Nunung Diringkus di Bogor

DIREKTORAT Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pengedar sabu berinisial E, yang diduga menjadi pemasok sabu untuk pelawak Tri Retno Prayudati ...

Ist.
Beritabatavia.com - DIREKTORAT Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pengedar sabu berinisial E, yang diduga menjadi pemasok sabu untuk pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat. Penangkapan pengedar barang haram itu merupakan pengembangan dari kasus sabu pelawak Nunung. E Ditangkap di Bogor tanpa melakukan perlawanan.

"Ditangkap pada hari Minggu, 21 Juli 2019 di Bogor," ujar Kepala Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (24/07/2019).

Calvijn tak merinci kronologi penangkapan dan barang bukti yang disita dari pengedar berinisial E. Dia hanya menjelaskan pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba yang lebih luas lagi. "Kami kembangkan ke atasnya lagi," ujar Calvijn.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Nunung bersama sang suami July Jan Sembiran dan seorang kurir sabu Hadi Moheryanto alias Tabu pada Jumat, 19 Juli 2019. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan Nunung ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Foto barang bukti narkoba jenis sabu dalam penangkapan Nunung Srimulat di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juli 2019. Dalam penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0.36 gram.

Argo memaparkan dalam penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0,36 gram. Berdasarkan hasil tes urin Nunung Srimulat dan July positif mengkonsumsi narkoba.

Saat ditangkap, Nunung mengaku telah terjerat narkoba lima bulan ke belakang dengan alasan menambah stamina saat bekerja. Dia mengatakan membeli sabu dari Tabu sebanyak sepuluh kali seharga Rp 1,3 juta per gram. Ketika ditangkap, Nunung dan Tabu baru saja selesai bertransaksi.

Ditambahkan, Nunung Srimulat pernah menggunakan narkotika jenis ekstasi sekitar 20 tahun silam. Pengakuan ini tak disampaikan Nunung dalam pemeriksaan awal usai ditangkap pada Jumat 19 Juli 2019. Nunung menyebut terjerumus narkoba karena pengaruh lingkungan yang membuat Nunung mengkonsumsi narkoba.

"Tersangka NN memang sudah pernah menggunakan narkotika, zaman itu ekstasi, itu 20-an tahun yang lalu karena lingkungan. Saat itu, Nunung sedang berada di Solo, Jawa Tengah, untuk permintaan tampil melawak. Akhirnya karena terpengaruh lingkungan, Nunung mulai mencoba mengkonsumsi barang haram tersebut," ujarnya.

Argo mengungkapkan Nunung sempat berhenti mengkonsumsi narkotika pada Maret lalu. Tapi itu hanya menjadikannya beralih ke jenis sabu dengan alasan untuk menjaga daya tahan tubuh. "Untuk daya tahan tubuh dan setiap hari menggunakan karena dia ada main sinetron dan ada kegiatan yang lain," ucap Argo.

Nunung, suaminya, dan Tabu kini menjalani penahanan sejak Senin, 21 Juli 2019 selama 20 hari ke depan di Rutan Ditnarkoba Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat Pasal 114 Ayat (2) sub-Pasal 122 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) jo. Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. 0 EEE



Berita Lainnya
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Selasa, 24 September 2019