Sabtu, 03 Agustus 2019 10:38:04

Tragis, Dicabuli Akibat Kemiskinan dan Kelakuan Bejat Sang Bapak

Tragis, Dicabuli Akibat Kemiskinan dan Kelakuan Bejat Sang Bapak

Beritabatavia.com - Berita tentang Tragis, Dicabuli Akibat Kemiskinan dan Kelakuan Bejat Sang Bapak

KISAH tragis menimpa dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), korban pencabulan ayah kandungnya sendiri. Kemiskinan, dan persoalan sosial menghimpit ...

 Tragis, Dicabuli Akibat Kemiskinan dan Kelakuan Bejat Sang Bapak Ist.
Beritabatavia.com - KISAH tragis menimpa dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), korban pencabulan ayah kandungnya sendiri. Kemiskinan, dan persoalan sosial menghimpit gadis malang ini. Gadis yang baru berusia 19 tahun ini, selama empat tahun terakhir harus menanggung siksaan seksual, dan trauma psikologis yang berat.

SS (44) ayah kandungnya sendiri, yang seharusnya melindunginya, malah menjadi predator atas dirinya. Sejak usia 15 tahun, gadis manis hasil pernikahan siri SS dengan wanita berinisial Wah (39), di Kabupaten Malang, pada tahun 2000 tersebut, harus menanggung berat kelakuan bejat sang bapak.

Baru sepekan SS dan Wah melangsungkan pernikahan siri, keduanya sudah dilanda perselisihan karena persoalan ekonomi yang menghimpit keduanya. Bunga yang kala itu masih dalam kandungan Wah, akhirnya turut dibawa Wah ke Sumatera. Wah memilih lari ke Sumatera dalam kondisi mengandung Bunga, untuk hidup bersama ibu kandung SS, karena tak mampu menanggung malu pulang ke rumah orang tuanya sendiri.

SS yang hanya bekerja mengayuh becak di wilayah Malang, tidak mampu menghidupi Wah dan calon si jabang bayi. Wah akhirnya melahirkan Bunga di Lampung, di rumah sang nenek yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Baru berusia tiga bulan, Bunga harus ditinggal pergi Wah yang memilih merantau ke Malaysia, untuk menjadi tenaga kerja wanita (TKW) sebagai buruh di negeri jiran tersebut.

Saat Bunga tumbuh dewasa, sang nenek tidak mampu lagi membiayai pedidikannya. Akhirnya, sang nenek menghubungi SS untuk menjemput Bunga yang ingin melanjutkan sekolah ke tingkat SMA. Tahun 2015, Bunga dijemput oleh SS untuk dibawa ke Kabupaten Lumajang, dan tinggal di rumah tante  SS, yang juga dijadikan tempat tinggal SS. Bunga kala itu berusia 15 tahun.

Berada di Lumajang, Bunga bukannya mendapatkan pendidikan yang layak, dan perlindungan dari sang bapak. Berada di Lumajang, beban penderitaan sebagai anak hasil pernikahan siri, dan selalu dililit kemiskinan, semakin bertambah dengan aksi bejat SS.

SS dengan tega mencabuli anak kandungnya sendiri, yang baru saja dijemputnya dari Lampung. Belasan tahun tidak pernah menghidupi anak gandisnya sendiri, SS malah tega merenggut kehormatan sang anak.

Kisah pilu Bunga, juga diungkapkan Bunga saat bertemu Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban. Sejak 2015, hingga terungkapnya kasus ini, Bunga harus melayani napsu bejat bapaknya lebih dari 50 kali. Hal ini menyisakan trauma yang mendalam bagi sang anak. Demi keselamatan, dan upaya penyembuhan traumanya, Bunga kami titipkan di rumah aman milik Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, tutur Arsal.

AKBP  Arsal berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan semoga saja Bunga dapat segera pulih dari traumanya akibat tindakan bejat sang ayah.

Dia menegaskan, proses hukum untuk SS sedang berjalan. Penyelidikan dan pemberkasan terus dilakukan oleh tim penyidik. Kasus ini diharapkan bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan, sehingga SS bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Perlu diketahui, saat dijebloskan ke tahanan Polres Lumajang, bapak bejat itu menjadi bulan-bulanan dan dihajar habis-habisan sesama para tahanan. Umumnya Para tahanan tidak suka dengan pelaku pemerkosaan, pencabulan apalagi melakukan terhadap anak sendiri. 0 END

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020
Kamis, 20 Agustus 2020
Minggu, 16 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Kamis, 06 Agustus 2020