Selasa, 06 Agustus 2019 13:47:50

3 Bulan Blusukan di Hutan, Dit Tipidter Bareskrim Bongkar Ilegal Loging di Jambi & Sumsel

3 Bulan Blusukan di Hutan, Dit Tipidter Bareskrim Bongkar Ilegal Loging di Jambi & Sumsel

Beritabatavia.com - Berita tentang 3 Bulan Blusukan di Hutan, Dit Tipidter Bareskrim Bongkar Ilegal Loging di Jambi & Sumsel

Setelah tiga bulan blusukan ke hutan belantara, akhirnya Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap ...

3 Bulan Blusukan di Hutan, Dit Tipidter Bareskrim Bongkar Ilegal Loging di Jambi & Sumsel Ist.
Beritabatavia.com -
Setelah tiga bulan blusukan ke hutan belantara, akhirnya Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kejahatan ilegal loging di wilayah Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan. Seorang pria berinisial Mk (42) yang diduga dalang pembalakan hutan, ditangkap di daerah Bandung, Jawa Barat, Selasa 30 Juli 2019, dan menyita sejumlah barang bukti.

Pengungkapan kasus tindak pidana pencurian kayu (illegal loging) ini bermula dari laporan masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian  Direktur Tipidter Bareskrim  Polri, Brigjen DR Fadil Imran langsung memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan. Tim Tipidter yang dibentuk, turun ke lapangan melakukan penyelidikan di kawasan hutan belantara Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan.

Tim sudah melakukan penyelidikan di tengah hutan belantara Jambi dan Sumsel, sejak tiga bulan lalu, kata Brigjen DR Fadil Imran, Selasa (6/8).

Setelah tim memastikan adanya perbuatan melawan hukum atau pembalakan hutan, tim Tipidter Bareskrim Polri dibantu Brimob Polda Jambi langsung melakukan penindakan.

Hasil penyelidikan dan penyidikan sementara, terungkap aksi pembalakan hutan yang didalangi tersangka Mk sudah berlangsung sejak 2015 silam. Untuk melancarkan aksinya, tersangka Mk dibantu oleh 40 karyawan yang digaji untuk melakukan penebangan pohon di tengah hutan kawasan Provinsi Jambi dan Sumsel.

Kemudian pohon yang ditebang tanpa izin itu diolah di dalam hutan menjadi kayu olahan dengan beragam ukuran dan bentuk. Kayu olahan tersebut di alirkan melewati parit/kanal yang bermuara di dekat gudang milik tersangka Mk di Dusun III Pancuran, Desa Muara Merang Kec. Bayung Lincir Kabu. Musi Banyuasin Prov. Sumatera Selatan.

Kemudian kayu hasil curian yang sudah menjadi kayu olahan itu dijual kepada pembeli-pembeli yang ada di wilayah Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut sudah berlangsung semenjak tahun 2015.

Menurut Brigjen DR Fadil Imran, saat petugas melakukan penindakan, ditemukan tumpukan kayu olahan dengan berbagai macam jenis dan ukuran + 2.000 kubik, di areal parit/kanal.  Saat itu, orang-orang yang dipekerjakan tersangka Mk sedang bekerja memindahkan kayu dari dalam parit/kanal, serta mobil-mobil truck yang sedang memindahkan kayu olahan dari tempat penumpukan ke gudang tersangka Mk.

Guna melengkapi proses hukum untuk menjerat tersangka Mk, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit truck, kayu olahan yang terdiri dari Kelompok Rimba Campuran (Punak), Kelompok Kayu Indah Dua (Rengas Burung), Kelompok Meranti (untuk kubikasi dalam proses pengujian dan pengukuran oleh Ahli). Polisi juga menyita dokumen-dokumen, alat komunikasi,  Kartu ATM, Chainsaw (Alat tebang).

Terkait pemeriksaan, Brigjen Fadil mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 9 orang yang terdiri dari pekerja-pekerja tersangka Mk yang sudah dijebloskan ke Rutan Bareskrim Mabes Polri. 
    
Tersangka Mk diduga telah melakukan tindak pidana orang perseorangan yang melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat 1 (satu) tahun penjara dan paling lama 5 (lima) tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak sebesar rp. 2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah).  O son

Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020