Rabu, 07 Agustus 2019

Besek Bambu Saran Gubernur DKI Tak Ada Peminat

Besek Bambu Saran Gubernur DKI Tak Ada Peminat

Beritabatavia.com - Berita tentang Besek Bambu Saran Gubernur DKI Tak Ada Peminat

PASAR Kopro di Grogol Petamburan, Jakarta Barat sudah mulai menyediakan besek bambu di gerai di dalam pasar itu bernama Mini DC pada Rabu (7/8/2019). ...

Ist.
Beritabatavia.com - PASAR Kopro di Grogol Petamburan, Jakarta Barat sudah mulai menyediakan besek bambu di gerai di dalam pasar itu bernama Mini DC pada Rabu (7/8/2019). Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau panitia kurban tak menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging kurban. Alternatifnya yakni menggunakan daun pisang atau pun besek bambu yang dirasa lebih ramah lingkungan

Kini, besek bambu sudah tersedia. Sayangnya hingga kini belum ada peminatnya. Akibatnya pedagang belum meraup untung dari penjualan besek bambu.

Menurut salah satu pengurus Mini DC, Irfan (23), PD Pasar Jaya telah memberikan jatah 50 buah besek di gerai tersebut sejak Senin lalu. Namun, hingga saat ini belum ada pembeli maupun peminat yang menanyakan besek tersebut.

"Belum ada yang beli sampai hari ini, karena mungkin beberapa masih bertanya-tanya buat apa ini," kata Irfan saat ditemui di Mini DC, Pasar Kopro, Jakarta Barat, Rabu (07/08/2019).

Dikatakan, besek yang dijual di tempat itu seharga Rp 2.000. Harga ini sesuai yang ditentukan PD Pasar Jaya. Ke dalam pasar, tidak menemukan besek yang dijual di pedagang biasa. Khusus di pasar tersebut besek memang hanya dijual di Mini DC. Mini DC sendiri adalah toko kelontong di dalam Pasar Kopro milik PD Pasar Jaya. Mini DC sudah berdiri sejak 8 bulan lalu dan menjual beragam sembako.

Sementara Badan usaha milik Pemprov DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, akan menjual 20.000 besek bambu untuk membungkus daging kurban. Besek bambu ini akan dijual di 37 gerai milik Pasar Jaya dan 75 pasar sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. "Jumlahnya bisa ditambah lagi sesuai kebutuhan pasar. Untuk harganya direncanakan akan dijual Rp 2.000-an per besek," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin melalui siaran pers,

Menurut Arief, penjualan besek bambu itu diharapkan menjadi kampanye untuk mengurangi sampah plastik. Perumda Pasar Jaya juga sudah berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. "Sebelumnya sudah dilakukan dengan tidak menyediakan kantong plastik untuk peserta KJP (Kartu Jakarta Pintar). Nah, untuk kurban ini kami jual besek bambu. Diharapkan penggunaan kantong plastik ini bisa terus berkurang ke depannya," kata Arief.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani seruan gubernur soal pembungkus daging kurban. Dalam seruan itu, Anies meminta masyarakat tidak membungkus daging kurban menggunakan kantong plastik sekali pakai.

"Terkait dengan penyelenggaraan Idul Adha untuk menggunakan pembungkus tidak dari plastik yang sekali pakai, tapi menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang," ujar Anies, Kamis pekan lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, Pemprov DKI tidak merekomendasikan pembungkus dari kantong plastik sekali pakai karena penguraian sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun.

Pemprov DKI juga tidak merekomendasikan kantong kresek hitam yang merupakan hasil daur ulang plastik bekas. Sebab, kantong kresek hitam mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan.

"Kami imbau agar panitia kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai di Jakarta," kata Andono. 0 KMP





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Selasa, 24 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Senin, 09 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Kamis, 05 September 2019