Jumat, 09 Agustus 2019

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 6%

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 6%

Beritabatavia.com - Berita tentang BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 6%

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menyentuh 6 persen di tahun 2024. "Kami ...

Ist.
Beritabatavia.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menyentuh 6 persen di tahun 2024. "Kami yakin pertumbuhan ekonomi ke depan akan terus naik, memang agak slow di awal, tapi bakal lebih cepat ke depan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/8).

Meski tahun lalu BI cenderung sulit, sambung dia, untuk melakukan manuver pada kebijakan moneter, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi RI bakal terus menanjak ke depannya.

BI selaku bank sentral akan terus melonggarkan kebijakannya untuk mestimulus pertumbuhan ekonomi. Meski masih dirundung ketidakpastian global, BI dinilai bakal tetap menyesuaikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang. "Tahun ini memang masih di bawah 5,2 persen, tapi within the next 5 year kita bisa tembus 6 persen," ungkap Perry.

Pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi yang salah satunya diimplementasikan melalui 10 destinasi wisata prioritas selain Bali. "Ada Wakatobi, Labuan Bajo. Kita dorong transformasi ekonomi untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Selain itu, Gubernur BI menyebut defisit neraca transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II 2019 masih terkendali dan sesuai perkiraan pemerintah. Sebelumnya BI merilis, posisi CAD kuartal II meningkat menjadi 8,4 miliar dolar AS."Kalau dilihat rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) memang tinggi menjadi 3 persen," ujar Perry.

Menurut Perry, tingginya rasio CAD terhadap PDB lebih disebabkan karena PDB yang memang lebih rendah. Hal tersebut sesuai dengan perkiraan BI yang menyebut PDB kuartal II dan kuartal I tidak jauh berbeda yaitu berkisar antara 2,5-3 persen.

Perry menjelaskan, CAD yang melebar tersebut lebih disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini hanya mencapai 5,05 persen.

Meski demikian, Perry tetap optimistis hingga akhir tahun posisi CAD masih dapat bertahan pada posisi 2,8 persen. "Kami juga cukup optimis bahwa surplus dari neraca modal masih bisa membiayai defisit transaksi berjalan," tutur Perry. 0 NIZ






Berita Lainnya
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Selasa, 24 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Senin, 16 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019