Sabtu, 10 Agustus 2019

Ribuan Situs dan Medsos Konten Radikalisme-Terorisme Serang Indonesia

Ribuan Situs dan Medsos Konten Radikalisme-Terorisme Serang Indonesia

Beritabatavia.com - Berita tentang Ribuan Situs dan Medsos Konten Radikalisme-Terorisme Serang Indonesia

SEDIKITNYA 1.500 situs dan akun media sosial berkonten radikalisme dan terorisme terus gencar masuk ke Indonesia. Konten ini bukan hanya mengganggu ...

Ist.
Beritabatavia.com - SEDIKITNYA 1.500 situs dan akun media sosial berkonten radikalisme dan terorisme terus gencar masuk ke Indonesia. Konten ini bukan hanya mengganggu dunia maya di Indonesia namun juga membahayakan ideologi Pancasila dan merusak NKRI. Karenanya masyarakat Indonesia jangan terancang dengan ganguan asing yang mengganggu persatuan dan kesatuan.

Untungnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) cepat melakukan tindakan tegas dengan memblokir atau take down Konten Radikalisme-Terorisme. Dan merangkul POLRI serta BIN untuk mengusutnya. "Selama tahun 2019 ini, Kominfo telah memblokir 1500an situs dan akun media sosial yang terkait dan berkonten radikalisme dan terorisme," kata Plt Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, dalam diskusi bertajuk "Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan", di Jakarta, Sabtu (10/8).

Dilanjutkan, Sejak tahun 2009 hingga sekarang, Kominfo telah memblokir sebanyak 11.800 situs dan akun media sosial yang berkonten radikalisme dan terorisme. Hal yang mengkhawatirkan saat ini adalah maraknya situs dan akun media sosial yang berkonten pornografi sehingga Kominfo melakukan langkah tegas dengan memblokir akun yang menyebarkan konten tersebut.

"Beberapa waktu lalu kami memblokir akun Youtube Kimi Hime karena persoalan kesusilaan. Kami tekankan para youtuber silahkan berkreasi namun harus tetap dalam koridor hukum," ujarnya.

Ferdinandus menilai persoalan situs radikalisme-terorisme dan kesusilaan sama-sama berbahaya karena memiliki dampak yang negatif. Dicontohkan, persoalan radikalisme-terorisme karena menyangkut ketahanan bangsa negara terancam. "Ketika terpapar radikalisme-terorisme artinya cinta Tanah Air menjadi lemah. Terkait pornografi karena anak muda melakukan hal yang tidak produktif," katanya.

Dia mengatakan Kominfo telah melakukan langkah pencegahan untuk mencegah maraknya situs dan akun medsos berkonten radikalisme-terorisme dan pornografi dengan membuat program literasi digital. Dalam program tersebut menurut dia, ada sekitar 100 elemen bangsa yang bergabung dalam Siber Kreasi, yang tiap hari menyosialisasikan agar masyarakat bijak dalam berinternet. 0 ERZ
Berita Lainnya
Jumat, 02 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Selasa, 30 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Sabtu, 27 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Senin, 22 Juli 2019