Minggu, 11 Agustus 2019

Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Demonstran Kocar-kacir

Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Demonstran Kocar-kacir

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Demonstran Kocar-kacir

GAS air mata ditembakkan polisi ke arah pengunjuk rasa di Hong Kong setelah pawai antipemerintah terjadi di dua daerah terlarang. Bentrokan yang ...

Ist.
Beritabatavia.com - GAS air mata ditembakkan polisi ke arah pengunjuk rasa di Hong Kong setelah pawai antipemerintah terjadi di dua daerah terlarang. Bentrokan yang melibatkan polisi dan kerumunan 1.000 massa di stasiun kereta api di Tai Wai di kawasan utara New Territories sedang berlangsung ketika gas air mata ditembakkan.

Disitir dari Sky News, Ahad (11/08/2019) Dalam insiden lain, gas air mata ditembakkan ke pengunjuk rasa yang mengepung sebuah kantor polisi di distrik Tsim Sha Tsui di sisi utara pelabuhan Hong Kong, di seberang Pulau Hong Kong.

Demonstrasi sedang berlangsung dari semula sebagai tanggapan terhadap rancangan undang-undang ekstradisi. Namun, protes telah meluas hingga mencakup keluhan dan tuntutan lain demi kebebasan yang lebih demokratis. Muncul juga tuntutan pengunduran diri pemimpin wilayah, kepala eksekutif Carrie Lam, dan penyelidikan atas pengaduan pelanggaran oleh polisi.

Para pengunjuk rasa memblokade pintu masuk ke sebuah terowongan lalu lintas di bawah pelabuhan di daerah Hung Hom. Pawai sebelumnya terjadi di dua daerah, Wong Tai Sin dan Tai Po, meskipun polisi menolak izin untuk unjuk rasa tersebut.

Para orangtua menggelar pawai terpisah, yang diizinkan polisi, menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak setelah orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam protes terjebak dalam bentrokan.

Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa dan para pemimpin Hong Kong mengikis kebebasan yang dijanjikan kepada bekas jajahan Inggris ketika kembali ke Tiongkok pada 1997, kata para pengunjuk rasa.

Mereka yang menentang RUU ekstradisi mengatakan itu akan merusak independensi pengadilan Hong Kong dan mengekspos warga ke kasus politik. Pemerintah menangguhkan RUU, tetapi belum setuju membatalkannya tanpa batas waktu. Beijing telah mencap beberapa pemrotes sebagai radikal keras disokong oleh pasukan asing yang bertekad menahan perkembangan Tiongkok.

Polisi sudah dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dan mengabaikan permintaan bantuan ketika para preman menyerang warga sipil di stasiun kereta komuter. Dalam sebuah hubungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Lam membela penanganan pemerintahnya atas protes yang telah menegangkan hubungan Beijing dengan London.

Pemerintah Inggris minta Tiongkok untuk menghormati ketentuan perjanjian penyerahan Hong Kong dan kebebasan yang dijanjikannya.
Lam mengatakan kepada Raab bahwa meskipun pemerintahnya "menghormati beragam pandangan yang diyakini oleh anggota masyarakat tentang berbagai masalah serta kebebasan berbicara dan berkumpul, itu tidak akan membiarkan kekerasan dan perilaku ilegal mengganggu ketertiban umum", kata sebuah pernyataan.

Beberapa ribu orang berpakaian hitam menggelar aksi protes duduk untuk hari kedua di bandara internasional Hong Kong yang sibuk pada Sabtu. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan, memasang TV buat menunjukkan video protes baru-baru ini, dan membagikan selebaran yang menjelaskan kontroversi atas RUU ekstradisi dan tuntutan untuk hak pilih universal. 0 MED


Berita Lainnya
Senin, 05 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Selasa, 30 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Sabtu, 27 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Kamis, 25 Juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Minggu, 21 Juli 2019