Selasa, 13 Agustus 2019

Penipu 99 CPNS Senilai Rp5,7 miliar Dibekuk

Penipu 99 CPNS Senilai Rp5,7 miliar Dibekuk

Beritabatavia.com - Berita tentang Penipu 99 CPNS Senilai Rp5,7 miliar Dibekuk

HM alias Bima alias Pak Bos (57), yang melakukan penipuan terhadap 99 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan menjanjikan pegawai honorer bisa ...

Ist.
Beritabatavia.com - HM alias Bima alias Pak Bos (57), yang melakukan penipuan terhadap 99 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan menjanjikan pegawai honorer bisa menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS), dibekuk reserse Polda Metro Jaya. HM ditangkap pada 29 Juli 2019 di Pulogadung, Jakarta Timur. HM melalukan aksi penipuan sejak Juni 2010 sampai Juni 2018 yang meraup uang sekitar RP5,7 miliar.

"Penangkapan HM bermula dari empat laporan masyarakat yang diterima oleh kepolisian. Dari laporan itu, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya membuat tim untuk melakukan penyelidikan," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro, Selasa (13/08/2019).

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, lanjut dia, tim menangkap tersangka di rumah kontrakannya di wilayah Pulogadung, saat ditangkap, tersangka HM sedang bermain kartu," kata Argo.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku sebagai PNS dari Sekretariat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Non-Formal dan Informal. Tersangka juga memiliki tanda pengenal PNS untuk meyakinkan para korban.

Dengan modal itu, tersangka menjanjikan korbannya yang merupakan seorang pegawai honorer untuk bisa diangkat menjadi PNS. Tersangka kemudian meminta korbannya membayar uang sejumlah Rp50-100 juta untuk proses pengangkatan tersebut. Data para korban itu diperoleh tersangka dari situs internet tentang yang berisi tentang para pegawai honorer.

Setelah berhasil merayu dan korban sudah menyetorkan uang yang diminta, tersangka mengajak bertemu di Gedung Kemendikbud di lantai 3 untuk memberikan SK PNS.
"Untuk meyakinkan korban, korban disuruh datang ke lantai 3 Gedung E Kantor Dirjen Pendidikan, Kemendikbud. Tersangka pakai pakaian dinas dan bilang nama (korban) sudah ada di SK (dan sudah jadi PNS)," tutur Argo.

SK PNS itu, kata Argo, merupakan SK palsu yang dibuat sendiri oleh tersangka. Selain itu, tersangka juga menyiapkan rekening palsu saat bertemu dengan korban. Rekening palsu itu untuk meyakinkan korban bahwa uang yang disetorkan akan dikembalikan jika korban tidak diangkat menjadi PNS.

Selama delapan tahun melakukan aksi penipuan, tersangka berhasil memperoleh total keuntungan sebesar Rp5,7 miliar yang diperoleh dari 99 korban Keuntungan itu merupakan hasil penghitungan yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan barang bukti berupa 128 lembar kuitansi dengan jumlah nominal yang berbeda-beda.
"Untuk keuntungan uang yang diterima tersangka Rp5,7 miliar tapi masih didalami oleh penyidik apakah itu dibelikan barang atau tidak," ucap Argo.

Dilanjutkan, uang hasil penipuan itu digunakan oleh tersangka untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam di kawasan Mangga Besar Jakarta dan membayar sejumlah hutang.

Dari keterangannya, tersangka mengaku menggunakan uang hasil penipuan itu untuk bersenang-senang di tempat hiburan malam.
"Tersangka cerita setiap malam saya dugem di Mangga Besar, minum bir juga. Pokoknya setiap dapat hasil dia dugem di Mangga Besar sampai uangnya habis," tuturnya.

Lebih lanjut, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. 0 END






Berita Lainnya
Senin, 07 Oktober 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
Sabtu, 05 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019