Jumat, 16 Agustus 2019

IPW Desak Polri Usut Pembakaran 4 Polisi di Cianjur

IPW Desak Polri Usut Pembakaran 4 Polisi di Cianjur

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW Desak Polri Usut Pembakaran 4 Polisi di Cianjur

INDONESIA Police Watch (IPW) mengecam keras aksi terbakarnya empat anggota polisi dalam aksi demo di Cianjur, Jawa Barat. IPW mendesak Polri untuk ...

Ist.
Beritabatavia.com - INDONESIA Police Watch (IPW) mengecam keras aksi terbakarnya empat anggota polisi dalam aksi demo di Cianjur, Jawa Barat. IPW mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus ini agar pelakunya dihukum berat dan ditelusuri apakah ada kelompok teroris ikut bermain dalam aksi demo tersebut.

Beberapa aksi demo berujung bentrok sering kali polisi luka akibat dilempari batu dan kayu oleh pendemo, bahkan beberapa kali polisi dilempari molotov. Selama itu pula belum pernah terjadi polisi terbakar tubuhnya akibat dilempari pendemo dengan molotov, paling hanya terkena percikan api dari molotov yang dilemparkan pendemi tersebut dan segera bisa diatasi polisi itu bersama polisi lain.

"Jadi, apa yang terjadi di Cianjur dimana ada empat polisi menderita luka bakar 30 sampai 50 persen saat mengendalikan aksi demo adalah sebuah peristiwa yang sangat memprihatikan dan tidak bisa ditolerir," kata  Ketua Presedium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Jumat (16/8).

IPW mengecam keras peristiwa pembakaran hidup-hidup anggota polisi dan mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus ini dan menuntut pelaku dan otak pelakunya dihukum seberat beratnya. Juga kordinator aksi demonya harus segera ditangkap dan dihukum berat. "Melihat kronologisnya, IPW menilai aksi penyerangan dan pembakaran anggota polisi di depan umum itu sudah terencana dan terstruktur," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Neta melihat dari adanya demonstran yang membawa bahan bakar minyak dalam aksi tersebut. Selain itu, saat sejumlah polisi berusaha memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar pendemo.

Saat itulah pendemo lain melemparkan bahan bakar minyak ke arah dan tubuh aparat kepolisian tersebut hingga 4 polisi tubuhnya terbakar parah. "Dari situ terlihat bahwa upaya membakar polisi itu sudah terencana matang dan terstruktur. Ada yang membakar ban, ada yang membawa minyak dan ada yang melemparkan bahan bakar minyak ke tubuh polisi hingga tubuh empat polisi terbakar parah," jelasnya.

Selama ini yang menjadi musuh besar polisi adalah para teroris dan kelompok radikal, yang nyata dan berani menyerang dan membunuh anggota polisi secara terbuka di depan umum. Dengan adanya kasus Cianjur ini, musuh besar polisi bertambah satu lagi, yakni kelompok demonstran radikal yang berani menyerang dan membakar polisi di depan umum.

Menurtnya, kasus Cianjur yang terjadi merupakan fenomena baru dan ancaman baru bagi jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jajaran kepolisian harus mengusut intensif kasus pembakaran anggota polisi di Cianjur. "Penyerangan dengan cara membakar anggota polisi di depan umun itu murni atas inisiatif dan dilakukan massa demonstran semata atau ada penyusupan kelompok teroris atau kelompok radikal dalam aksi demo tersebut," jelasnya.

"Pertanyaan ini patut dilontarkan karena ada sejumlah orang yang membawa bahan bakar minyak dalam aksi demo itu. Untuk itu polri harus mengusut tuntas kasus ini agar para pelaku dan otak penyerangan ini bisa dihukum seberat beratnya," tutupnya.

Sebelumnya, tersebar sebuah video yang memperlihatkan banyak orang yang sedang melakukan demonstrasi ditengah kerumunan tiba-tiba muncul kobaran api yang menjalar ke salah satu anggota polisi. Anggota polisi yang terbakar itu pun sempat disiram air oleh sejumlah orang. Api juga menjalar tiga polisi lainya. 0 MIO


Berita Lainnya
Selasa, 10 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Minggu, 08 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Selasa, 27 Agustus 2019