Selasa, 20 Agustus 2019

Provokasi Mahasiswa Papua, 2 Akun Medsos Dilacak

Provokasi Mahasiswa Papua, 2 Akun Medsos Dilacak

Beritabatavia.com - Berita tentang Provokasi Mahasiswa Papua, 2 Akun Medsos Dilacak

DIREKTORAT Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah mengidentifikasi akun media sosial yang diduga mem-posting video provokatif terkait mahasiswa ...

Ist.
Beritabatavia.com - DIREKTORAT Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah mengidentifikasi akun media sosial yang diduga mem-posting video provokatif terkait mahasiswa Papua. Akun itu diduga menyebarkan pemberitaan bohong yang membuat masyarakat Manokwari dan Sorong Papua Barat terprovokasi.

"Sementara dua, di YouTube dan Facebook. Itu lagi di-profiling. Akun tersebut menimbulkan kegaduhan di media sosial maupun (menyebabkan) tindakan kerusuhan yang dilakukan kelompok yang terprovokasi oleh diksi yang disampaikan dalam narasi tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Dilanjutkan, konten video di akun YouTube yang dipantau sudah dihapus. Namun Dedi meyakini jejak digital video tersebut masih dapat dilacak. "Meskipun di YouTube sudah dihapus, video tersebut, jejak digital akan didalami Direktorat Siber," ujar Dedi.

Dedi menuturkan hasil penyelidikan sementara, kedua akun tersebut dimiliki orang yang berbeda. "Beda (pemilik). Sedangkan  video yang tersebar di internet menuding bahwa aparat telah melakukan tindakan diskriminasi terhadap para mahasiswa Papua. Ini tidak benar," tegasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ferdinandus Setu, menjelaskan dua macam informasi hoaks yang memicu terjadinya kericuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). Informasi hoaks itu beredar luas di WhatsApp Grup dan media sosial (medsos) lain.

Informasi hoaks menyebar dari mulut ke mulut warga dan juga lewat medsos. Informasi hoaks di medsos, menurutnya memperkuat penuturan dari mulut ke mulut tadi. "Informasi hoaks pertama, di Surabaya sudah terjadi penembakan oleh aparat keamanan dan menyebabkan satu mahasiswa Papua meninggal dunia. Hoaks kedua, bahwa seakan terjadi penculikan mahasiwa di Surabaya, " ujar Ferdinandus. Selasa (20/8).

Dia menegaskan, kedua informasi tersebut tidak benar. Namun, keduanya menjadi sangat viral di medsos masyarakat setempat.  "Hal inilah yang menyebabkan kami melakukan pelambatan akses internet (throttling) di sejumlah lokasi di Papua Barat dan Papua untuk mengantisipasi persebaran hoaks tadi, " lanjut dia.

Kemudian, Kemenkominfo mengidentifikasi bahwa persebaran dua informasi hoaks ini paling banyak terjadi lewat grup Whatsapp.  Meski demikian, ada juga yang diunggah lewat medsos lain. Hingga saat ini,  kata Ferdinandus, tidak ada hoaks jenis baru. Pihaknya kini melakukan penelusuran terhadap oknum yang pertama kami mengunggah informasi hoaks ini di medsos.

"Yang kami sedang telusuri postingan pertama itu ada di WhatsApp. Kami bekerja sama dengan polri terkait hal ini. Kami lakukan penelusuran dan polisi melakukan penyelidikan terhadap siapa yang posting pertama. Kami hanya kirim akun-akun yang terkait," papar Ferdinandus.

Dia menambahkan, sejak Selasa pagi hingga saat ini, Kemenkominfo juga menyisir berita-berita yang menggunakan judul provokatif. Sebab, berita yang demikian banyak diposting kembali di medsos.  "Memang ini berita ada faktanya tapi melebih-lebihkan. Maka kami akan lakukan penelusuran. Tapi kami belum akan lakukan pemblokiran ya terhadap yang provokatif tadi," ujarnya.

Seperti diberitakan, rusuh di Manokwari disebabkan insiden kekerasan, pengusiran serta tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur pada 16 Agustus lalu. Kerusuhan pun berujung pembakaran gedung DPRD setempat. Kerusuhan juga melanda Sorong dan Jayapura.  0 ERZ
Berita Lainnya
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Sabtu, 28 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Selasa, 24 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019