Rabu, 21 Agustus 2019

Dukung Iwan Bule-Cucu Sumantri Menuju World Cup

Dukung Iwan Bule-Cucu Sumantri Menuju World Cup

Beritabatavia.com - Berita tentang Dukung Iwan Bule-Cucu Sumantri Menuju World Cup

Memiliki integritas, tegas, kuat bagai petarung, teguh dan kokoh mempertahankan prinsip serta keyakinan yang memiliki nilai kebenaran, tak mengurangi ...

Ist.
Beritabatavia.com - Memiliki integritas, tegas, kuat bagai petarung, teguh dan kokoh mempertahankan prinsip serta keyakinan yang memiliki nilai kebenaran, tak mengurangi sikap  humanisnya. Itulah potret dari sosok Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi DR. Mochamad Iriawan,SH,MH,MM.

Pria kelahiran Jakarta 31 Maret 1962 ini adalah lulusan AKPOL 1984. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas RI. DR. Mochamad Iriawan yang popular disapa Iwan Bule, bukan tipe pemimpin beragam wajah dan penampilan demi untuk menyesuaikan motif dan kepentingan pribadinya. Tindakannya selalu menjadi bukti nyata atas ucapan yang disampaikannya. Sikap dan perilakunya adalah karakter yang membuat Komjen Iriawan menjadi sosok yang luar biasa.

Sebagai prajurit Bhayangkara, Iriawan tergolong sukses dengan segudang prestasi membanggakan. Tercatat pernah menjabat sebagai Kapolda, NTB, Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya serta ASOP Kapolri. Kesibukan yang menyita waktu, tak membuat Iriawan lupa sepakbola. Buktinya, Mochamad Iriawan tercatat sebagai pembina Persib, Bandung dan FC Bhayangkara.  Iriawan tetap berkeinginan sepakbola Indonesia menjadi tim berkualitas yang disegani negara-negara lain di dunia.

Bak gayung bersambut, keinginan  Iriawan untuk membangun sepakbola nasional yang berkualitas, mendapat dukungan berbagai pihak. Sebagian besar  Asprov dan klub liga serta  pecinta sepakbola meminta Iriawan menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Ketum- PSSI). Iriawan diminta maju sebagai calon Ketum PSSI pada kongres yang akan digelar awal 2020 mendatang.

Tak hanya mendapat dukungan untuk maju sebagai calon Ketum PSSI dalam kongres mendatang. Iriawan juga diduetkan dengan Mayor Jenderal (Mayjen) Cucu Sumantri yang juga lulusan AKMIL 1984. Cucu Sumantri sebagai calon wakil Ketum PSSI tercatat pernah sebagai pembina sepakbola PSDS Deli Serdang, pada tahun 2000. Kemudian Pembina PSKC, Cimahi 2006-2010. Keduanya sepakat, bahwa dukungan yang diterima adalah bentuk kepercayaan yang harus dijalankan. Maka, Mochamad Iriawan- Cucu Sumantri lulusan AKPOL dan AKMIL 1984 memastikan sebagai pasangan calon ketum dan wakil ketum PSSI pada Kongres PSSI mendatang.

" Sebagai prajurit Bhayangkara, saya akan tetap menjaga nama baik yang sudah puluhan tahun saya perjuangkan. Nah, itu akan saya pertaruhkan kalau nanti dipercaya memimpin PSSI," tegas Mochamad Iriawan.

Mochamad Iriawan dan Cucu Sumantri bertekad akan bekerja dan berjuang maksimal membangun sepakbola nasional dan daerah. Melengkapi kesiapan Iwan Bule-Cucu Sumantri sudah mencatat sejumlah program dan target yang akan dicapai saat memimpin PSSI nanti. Keduanya mematok target sebagai juara Asia Tenggara pada 2021 dan 2022 masuk top 10 Asia. Kemudian 2023 mencapai juara Asia hingga lolos ke piala dunia pada 2026. Program unggulan lainnya, membangun sinergitas PSSI-pemerintah untuk mewujudkan infrastruktur sepakbola Indonesia yang lebih baik. Serta memastikan Youth development Indonesia yang memiliki potensi luar biasa menjadi program  yang berorientasi untuk berkompetisi di luar dan tersebar di negara papan atas sepakbola dunia.

Wartawan senior dan pemerhati sekaligus komentator sepakbola, Kesit Budi Handoyo menilai sosok Iwan Bule dan Cucu Sumantri sangat tepat memimpin PSSI saat ini.
Bahkan, program pembinaan yang ditawarkan Iwan Bule dan Cucu Sumantri akan menghasilkan pemain sepakbola yang berkualitas. 

"Program kedua perwira tinggi itu merupakan jawaban atas segala permasalahan yang melanda PSSI," kata Kesit yang juga Sekretaris Umum PWI Jaya.
 
Program-program unggulan pasangan Mochamad Iriawan dan Cucu Sumantri akan menjawab beragam permasalahan dari mulai  pembinaan, kepengurusan, kompetisi dan prestasi tim nasional yang semakin mundur serta naturalisasi pemain asing. Kemudian soal ketersediaan stadion yang memenuhi standar FIFA, hingga fasilitas untuk menunjang prestasi bahkan kantor PSSI.

Pecinta sepakbola di Indonesia berharap 108 suara terdiri dari Asprov, Klub Liga, Asosiasi Futsal, pemain dan pelatih  yang memiliki hak untuk memilih ketum PSSI pada Kongres mendatang, memilih sosok yang dapat membangun sepakbola nasional yang berkualitas. O Edison Siahaan




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 16 Oktober 2018
Selasa, 18 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 27 Juli 2018