Kamis, 29 Agustus 2019

4 Penyelundup HP Ilegal Rugikan Negara Rp4,5 Triliun

4 Penyelundup HP Ilegal Rugikan Negara Rp4,5 Triliun

Beritabatavia.com - Berita tentang 4 Penyelundup HP Ilegal Rugikan Negara Rp4,5 Triliun


EMPAT tersangka penyelundupan ponsel (HP) ilegal dibekuk penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Ponsel ...

Ist.
Beritabatavia.com -
EMPAT tersangka penyelundupan ponsel (HP) ilegal dibekuk penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Ponsel ilegal diselundupkanĀ  oleh FT alias AMG (40), AD (59), YC (36), dan JK alias TCK (29) berasal dari China dan Hongkong. Keempatnya pun berhasil meraup untung hingga negara mengalami kerugian sebesar Rp4,5 triliun.

Barang bukti berhasil disita oleh polisi yakni 5.572 unit ponsel dari berbagai merek, yakni Samsung, Iphone, dan Xiaomi. "Mereka ditangkap di Jakarta, pada Selasa (23/7/2019), Rabu (24/7/2019), dan Kamis (22/8/2019). DariĀ  tangan mereka disita sebanyak 5.572 HP berbagai jenis dan merek," papar Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019).

Keempat tersangka memiliki peran masing-masing. FT berperan menyuruh orang lain memasukkan barang penyelundupan dari China ke Indonesia via Singapura ke Jakarta. AD berperan menyuruh orang lain mendistribusikan dan menjual barang-barang ilegal secara online. YC berperan membantu tersangka AD menjual barang-barang ilegal itu secara online. Tersangka JK berperan untuk melakukan rekondisi barang dan menjual barang-barang ilegal tersebut secara online.

Keempatnya merupakan satu kelompok jaringan dibekuk di lokasi berbeda yakni di Ruko ITC Roxy Mas, Gambir, Jakarta Pusat; PT SMS di Jalan Terusan Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara; Best International Trading di Perumahan Casa Jardin, Cengkareng, Jakarta Barat yang merupakan tempat operasional usaha dan Jalan Kota Baru, Gambir, Jakarta Pusat, jelasnya

"Kami mencoba menghitung kerugian terkait biaya masuk yang mereka bayar untuk pajak. Selama satu bulan mereka memasukkan barang 7-8 kali. Nilai pajak sekali masuk itu Rp46,8 miliar lebih, Estimasi kerugian negara selama sebulan kurang lebih mencapai Rp375 miliar. Sehingga, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp4,5 triliun dalam satu tahun," sambungnya.

Ponsel-ponsel itu diselundupkan melalui Batam, dan dikirim ke Jakarta melalui jalur darat serta laut. Ponsel ilegal itu nantinya dijual di sejumlah toko elektronik di Jakarta, namun ada pula yang dijual secara online. "Barang dari China dan Hongkong diselundupkan ke Batam kemudian dikirim ke Jakarta tanpa membayar pajak impor," sambungnya.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat Pasal 52 jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Telekomunikasi, Pasal 104 dan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Tindak Pidana Perdagangan, serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Perlindungan Konsumen. Juga bisa menjerat para tersangka dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
0 EEE


Berita Lainnya
Rabu, 11 September 2019
Senin, 09 September 2019
Minggu, 08 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019