Minggu, 01 September 2019

Pengibar Bendera Bintang Kejora Jadi 8 Tersangka

Pengibar Bendera Bintang Kejora Jadi 8 Tersangka

Beritabatavia.com - Berita tentang Pengibar Bendera Bintang Kejora Jadi 8 Tersangka

POLDA Metro Jaya menetapkan  delapan orang menjadi tersangka dalam pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di Istana Merdeka, salah ...

Ist.
Beritabatavia.com - POLDA Metro Jaya menetapkan  delapan orang menjadi tersangka dalam pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di Istana Merdeka, salah satunya juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Surya Anta. Hingga kini delapan orang masih dalam pemeriksaan serius penyidik.

"Delapan orang tersebut ditangkao di tempat berbeda seperti tempat unjuk rasa dan asrama. Ya, termasuk (Surya Anta)," papar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Argo Yuwono  di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (1/9).

"Tentunya dari penyidik Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan artinya mengumpulkan alat bukti seperti CCTV, foto-foto, kemudian setelah kita lakukan evaluasi, ada 8 orang yang kita amankan." sambungnya.

Selain itu, ia juga menegaskan dalam penangkapan kedelapan tersangka itu, tidak ada pengepungan atau pun cara-cara yang tidak sesuai dengan SOP. "Yang kita lakukan adalah sesuatu yang sesuai prosedur dan mengedepankan soft power," ujar Argo.

Kemudian Argo juga mengatakan bahwa para tersangka kini tengah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di tempat yang berbeda. Ia juga belum bisa membeberkan di mana tersangka akan ditahan.  "Enggak di Polda saja, Polres bisa, di Polsek pun bisa, di Mako Brimob bisa," tambahnya.

Sebelumnya Surya dikabarkan telah diamankan polisi pada Sabtu (31/8) malam. Setelah sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Surya Anta diperiksa lebih lanjut di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kedelapan tersangka itu ditangkap karena diduga melakukan pemufakatan jahat atau makar. "Intinya ada kaitannya dengan keamanan negara, ada pasal yang ada di KUHP ada pasal 106 dan 110," jelas Argo.

Adapun Pasal 106 berbunyi, "makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian wilayah negara dari yang lain, diancan dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun."

Menurutnya, penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedelapan tersangka tersebut. "Tentunya penyidik masih dalam pendalaman, masih memeriksa orang yang kita amankan," jelasnya.

Namun, Argo enggan menjelaskan di mana para tersangka nantinya akan ditahan. "(Bisa ditahan dimana saja) Nggak di Polda aja, di Polsek pun bisa, di Polres bisa, di Brimob juga bisa," pungkasnya. 0 ERZ
Berita Lainnya
Rabu, 11 September 2019
Senin, 09 September 2019
Minggu, 08 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019