Senin, 02 September 2019 21:16:18

Mantan Kapolda Papua: Korlap Demo agar Serahkan Diri

Mantan Kapolda Papua: Korlap Demo agar Serahkan Diri

Beritabatavia.com - Berita tentang Mantan Kapolda Papua: Korlap Demo agar Serahkan Diri

MANTAN Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta koordinator lapangan aksi demo diminta bertanggung jawab dan menyerahkan diri kepada polisi ...

 Mantan Kapolda Papua: Korlap Demo agar Serahkan Diri Ist.
Beritabatavia.com - MANTAN Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta koordinator lapangan aksi demo diminta bertanggung jawab dan menyerahkan diri kepada polisi karena aksi yang mereka lakukan ricuh.

Korlap demo diminta bertanggung jawab dan menyerahkan diri ke polisi karena aksi yang mereka lakukan berdampak luas karena untuk mengkoordinir massa melakukan aksi demo tidak gampang karena membutuhkan tanggung jawab besar, kata Irjen Pol Waterpauw kepada Antara di Jayapura, Senin (2/9/2019).

Irjen Pol Paulus Waterpauw yang berkunjung ke Papua sebagai utusan Mabes Polri itu juga meminta agar yang ditangkap bukan hanya pelaku penjarahan dan lainnya tetapi juga korlapnya. Jangan hanya pelaku pengrusakan dan penjarahan saja yang ditangkap tetapi juga korlapnya harus bertanggung jawab, kata Irjen Pol Waterpauw.

Polda Papua saat ini menetapkan 28 orang sebagai tersangka terkait aksi penjarahan dan kepemilikan senjata tajam, serta tindak kekerasan. Selain di Polda Papua, tercatat lima orang sudah dijadikan tersangka di Polres Jayapura Kota terkait kasus senjata tajam.

Ditempat terpisah,  Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut ada puluhan ribu konten diduga bersifat hoaks mengenai Papua dan Papua Barat. Dalam waktu beberapa hari ini tetap dari pertimbangan Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barata serta kominfo menyampaikan dari tanggal 28 (Agustus) sampai sekarang 52 ribu konten hoaks. Dengan pertimbangan itu makanya dibatasi dulu, kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9).

Diperkirakan sebelumnya hanya 32 ribu konten hoaks, kini bertambah 207 ribu. Oleh karena itu, pemerintah menimbang untuk membatasi penyebaran konten itu guna menghindari informasi hoaks meluas di masyarakat. Dedi mengaku konten-konten itu menjadi pemicu awal kerusuhan.

Sebagian diproduksi di luar Papua. Konten itu termasuk dari luar negeri. Setelah dicek Twitter mendominasi dan FB (Facebook). Twitter berarti bukan melibatkan golongan akar rumput. Akar rumput sudah redam jadi mereka mainnya sudah middle sama elite baik di dalam negeri maupun luar negeri yang mencoba membakar lagi, paparnya.

Dedi menjelaskan, dampak gangguan ekonomi yang ditimbul akibat pembatasan internet lebih kecil dari pada penyebaran hoaxs yang berisiko kericuhan yang terjadi masif dan terstruktur. Kecil impaknya (ekonomi) itu. Lebih besar impact keamanan. Karena keamanan mencangkup semuanya sosial, ekonomi, politik, budaya dan kesatuan NKRI. Dari pertimbangan itu paling dominan, lanjutnya.

Dedi memastikan pihaknya setiap hari melakukan penyegaran informasi. Sehingga rencana Minggu depan akan digelar media konferensi di Polhukam dengan melibatkan semua stakeholder. Biar komprehensif. Dari segala aspek, mulai Polri, TNI, Kemenlu, Kominfo dan Polhukam lebih luas. Itu salah satu rekomendasi rapat dengan KSP (Kantor Staf Presiden), pungkasnya. 0 KAY
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 28 Maret 2020
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020